Scroll to Top

Dekati Pasangan Anda dengan Kepala Dingin Usai Bertengkar

By Ilham Choirul / Published on Thursday, 01 Sep 2011

Kata orang, pertengkaran dalam hubungan cinta itu bak  “bumbu penyedap” yang makin menghangatkan keeratan pasangan. Kala pasangan telah menyelesaikan pertengkaran dan kembali menjalani hubungan seperti biasa, maka rasa cinta makin mendalam. Persoalan yang membelit sebelumnya, dijadikan pelajaran agar dapat tidak terulang lagi di kemudian hari.

Namun, sesekali, pertengkaran terasa hebat. Akibatnya, kedua pihak tidak mau mengalah dan membuat suasana hubungan semakin tidak akur. Jika sudah begini, maka harus ada salah satu pihak yang mau mendinginkan pikirannya untuk mencari solusi yang lebih baik.

Jika Anda dihadapkan pada situasi demikian, maka cobalah mengalah. Artinya, jika memang Anda yang salah, berbesar hati mengakui kesalahan itu lebih baik. Tapi kalau pasangan Anda yang salah, jangan meminta maaf. Berikan pengertian kepada pasangan Anda jika rasa cinta Anda kepadanya cukup besar. Tujuannya, agar hati pasangan Anda segera reda dari kemarahan dan juga mampu berpikir lebih logis demi kebaikan hubungan.

Ada kalanya juga, pasangan Anda langsung menumpahkan kekesalannya saat Anda mendekatinya. Jika begitu, jadilah pendengar yang baik. Saat dia menumpahkan isi hatinya, perasaannya menjadi lebih baik. Bahkan, jika yang diucapkannya salah, dia akan meminta maaf atas kekeliruannya. Jangan jadikan momen ini untuk kembali menjadi ajang berdebat.

Saat pertengkaran terjadi begitu hebat, mungkin pasangan Anda tidak dengan mudah memaafkan atau meminta maaf. Kalau kasusnya seperti ini, sebaiknya berikan waktu kepada pasangan Anda untuk sendiri. Ini untuk meredakan amarahnya. Kalau perlu, tinggalkan dia barang sejenak sampai wajahnya terlukis ketenangan. Jika dia sudah tenang, baru Anda mendekatinya dan bicara baik-baik untuk mencari solusi atas hubungan Anda.

Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan dalam hubungan percintaan. Memang, dua pikiran berbeda akan selalu muncul dalam kehidupan pasangan. Namun, dengan saling memahami dan mencari solusi bersama, dapat menyatukan dua persepsi yang berjalan serasi dan selaras.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda