Scroll to Top

Brendan Rodgers Ingin Bangun Kembali Liverpool

By Wan Faizal / Published on Friday, 05 Apr 2013

This is Anfield

Manajer Liverpool, Brendan Rodgers, mengungkapkan satu misi penting yang ingin ia wujudkan bersama The Reds. Pria berusia 40 tahun itu ingin kembali membangun Liverpool dengan caranya sendiri, persis seperti yang dilakukan para pendahulunya seperti Bill Shankly maupun Bob Paisley.

Sejak datang ke Merseyside, Rodgers memang sedikit demi sedikit mencoba mengembalikan sejarah Liverpool. Termasuk mengembalikan tulisan “This is Anfield” di terowongan yang menghubungkan kamar ganti pemain dengan lapangan pertandingan.

Rodgers yakin, Liverpool akan kembali sukses saat berada di bawah arahannya, meski kesuksesan itu tak bisa ia raih dalam jangka pendek. Rodgers juga memberi tips agar kesuksesan masa lalu bisa kembali terulang di masa kini.

“Untuk seseorang seperti saya, tugas saya adalah membangun kembali klub ini, seperti yang dilakukan Bill Shankly. Ia berhasil membuat sejarah besar bagi Liverpool yang terus dikenang oleh orang. Keduanya (Bill Shankly dan Bob Paisley) berperan hebat dan keduanya tak bisa dibandingkan,” buka Rodgers.

“Itulah yang ingin saya tiru dan itu merupakan tantangan besar. Namun saya menikmati setiap menit di klub ini, begitu juga dengan para staf dan pemain. Saya melihat perkembangan positif musim ini dan saya berharap semua bisa melanjutkannya dalam beberapa musim ke depan.”

“Apa yang paling penting adalah kita tak boleh terbebani dengan sejarah dan kesuksesan di masa lampau. Liverpool adalah klub besar. Kamu hanya perlu menerima bahwa klub ini selayaknya berada di zona turnamen Eropa, jadi setiap hari kamu hanya harus melakukan yang terbaik.”

Eks manajer Swansea City itu juga menyarankan agar para pemainnya tidak terlalu mengandalkan sosok seperti Steven Gerrard dan Jamie Carragher. Keduanya memang sosok penting di tubuh tim, namun keduanya tidak bisa membawa Liverpool meraih kejayaan seorang diri. Yap, itulah resep untuk menciptakan budaya kemenangan ala Rodgers.

“Jika kamu ingin meraih kesuksesan, maka kamu tak boleh hanya mengandalkan tiga atau empat pemain saja. Mereka mungkin bisa membawa tim memenangkan pertandingan, tapi tidak bisa membawa tim memenangkan kompetisi.”

“Etos kerja keras di dalam tim adalah hal yang penting. Kami menerapkan standar yang ketat baik di dalam maupun di luar lapangan kepada semua anggota tim. Kami harus memiliki etos kerja yang sama dan berusaha untuk menjadi yang terbaik semampu kami.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda