Scroll to Top

KLB PSSI Sah & Diakui, Pemerintah Tak Akan Intervensi

By Aditya / Published on Sunday, 07 Apr 2013

KLB PSSI

Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang telah terlaksana pada tanggal 17 Maret 2013 silam di Jakarta dinilai sah dan diakui oleh pemerintah. Namun, pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo berjanji tidak akan melakukan intervensi terhadap pelaksanaan hasil KLB PSSI meskipun hingga saat ini masih terjadi polemik yang merupakan imbas dari pelaksanaan kongres PSSI tersebut.

“Pemerintah tidak mau terjun langsung mencampuri hasil KLB sebab keputusan KLB konstitusional dan merupakan hasil yang sah dalam KLB,” ujar Roy Suryo dalam suatu acara di Gunungkidul, Yogyakarta, belum lama ini.

Namun, berjanji tidak akan intervensi bukan berarti pemerintah lepas tangan sama sekali terhadap dampak yang ditimbulkan oleh hasil KLB PSSI. Masalah utama yang kini muncul adalah protes dari klub-klub peserta Indonesia Premier League (IPL) yang merasa dirugikan setelah pelaksanaan KLB PSSI.

“Saya selaku Menteri Pemuda dan Olahraga bertanggungjawab atas pemuda dan olahraga di Indonesia, termasuk dari hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 17 Maret, salah satunya penyatuan kompetisi sepak bola,” kata Menpora.

Salah satu poin yang disepakati dalam KLB PSSI menyatakan bahwa penyatuan kompetisi tahun depan akan bernama Indonesia Super League (ISL) sehingga nasib sebagian besar klub yang saat ini berkiprah di IPL menjadi tidak jelas.

Dampaknya, sejumlah klub IPL yang menyatakan enggan meneruskan kompetisi. Bahkan, klub-klub yang terlibat dualisme semacam PSMS Medan, Arema Indonesia, Persebaya Surabaya, dan Persija Jakarta terancam gulung tikar. Mengenai hal itu, Roy Suryo merasa harus ikut bertanggungjawab untuk turut menyelesaikan dampak yang terjadi pasca KLB PSSI.

“Kami akan pertanyakan ke PSSI dan minta supaya klub-klub seperti Persebaya dan yang lainnya tolong jangan diabaikan. Kami berharap permasalahan yang sifatnya teknis semacam ini harus bisa diselesaikan oleh PSSI sendiri. Tidak selalu harus bergantung pada pemerintah,” tandas Roy Suryo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda