Scroll to Top

PSSI Tentang Persebaya: Menpora Tak Usah Ikut Campur!

By Aditya / Published on Sunday, 07 Apr 2013

KPSI Menpora PSSI

PSSI berjanji akan segera menuntaskan masalah yang dialami oleh Persebaya Surabaya. Anggota Exco PSSI, La Nyalla Mattalitti, menegaskan, persoalan tim Bajul Ijo adalah urusan PSSI, dan oleh karena itu, ia menghimbau kepada Menpora tidak usah ikut campur dalam permasalahan ini. Hal tersebut ditandaskan oleh La Nyalla untuk menyikapi rencana Roy Suryo memanggil PSSI terkait masalah Persebaya.

“Menpora tidak usah ikut campur, ini urusan PSSI!” tukas La Nyalla Mattalitti, kemarin.

Sebelumnya, Roy Suryo mengatakan akan melayangkan panggilan kepada PSSI untuk mempertanyakan nasib Persebaya Surabaya. Menpora meminta kepada PSSI agar Persebaya dan tim-tim lain yang juga bermasalah dengan dualisme tidak ditinggalkan begitu saja pasca pelaksanaan KLB PSSI yang telah digelar pada tanggal 17 Maret 2013 silam.

“Kami akan pertanyakan ke PSSI dan minta supaya klub-klub seperti Persebaya dan yang lainnya tolong jangan diabaikan. Kami berharap permasalahan yang sifatnya teknis semacam ini harus bisa diselesaikan oleh PSSI sendiri. Tidak selalu harus bergantung pada pemerintah,” kata Roy Suryo.

Namun, La Nyalla Mattalitti balas menukas. Menurutnya, Persebaya 1927 yang diprakarsai oleh petinggi PSSI, Saleh Mukadar, adalah klub kloningan yang memang seharusnya tidak memperoleh pengakuan. Begitu pula dengan sejumlah klub lain yang juga terlibat masalah dualisme seperti, Persija Jakarta, PSMS Medan, Arema Indonesia, dan seterunya.

”Sejak awal, saat pertama saya menjadi anggota Exco saya menolak klub-klub kloningan seperti Persebaya, Persija Jakarta, PSMS Medan dan Arema Malang. Persebaya itu (pada tahun) 2010 didegradasi ke Divisi Utama. Wishu Wardhana saat itu ditunjuk oleh Nurdin Halid sebagai ketua untuk menyelamatkan Persebaya. Tetapi akhirnya Saleh Mukadar membentuk Persebaya 1927 yang bermain di LPI (Liga Prima Indonesia),” sergah La Nyalla Mattalitti.

”LPI waktu itu adalah breakway league saat itu. Karena itu Persebaya yang diakui yang main di Divisi Utama PT. LI bukan LPI,” lanjut mantan dedengkot KPSI yang kini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI usai KLB ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda