Scroll to Top

PSSI Beda Pendapat Tentang Dualisme Persebaya

By Aditya / Published on Monday, 08 Apr 2013

KLB pssi djohar la nyalla

Para petinggi PSSI ternyata memiliki perbedaan pendapat mengenai dualisme klub yang dialami Persebaya Surabaya. Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, menyatakan  sikap yang berbeda dengan La Nyalla Mattalitti, anggota Exco sekaligus Wakil Ketua Umum PSSI yang terpilih saat KLB PSSI beberapa waktu yang lalu. Menurut Djohar Arifin, seharusnya kedua-belah pihak harus dipertemukan dalam suatu forum diskusi untuk mencari solusi bersama.

“Kami tentu mengharapkan ada musyawarah yang menyenangkan. Oleh karena itu, harus ada duduk bersama di antara keduanya mencari siapa yang paling benar. Kalau tidak didukung masyarakat percuma,” kata Djohar Arifin Husin di Jakarta Senin (8/4/2013).

Djohar Arifin Husin tak ingin masing-masing kubu Persebaya mengklaim siapa yang paling benar. Demi tetap utuh dan eksisnya tim Bajul Ijo di kancah persepakbolaan nasional, Djohar Arifin meminta kepada kedua kubu untuk bertemu dan membincangkan masalah dengan kepala dingin.

“Kedua petinggi Persebaya harus duduk bersama untuk menyelamatkan Persebaya. Lebih baik duduk bersama secara sportivitas dengan suasana fair,” ujar Djohar Arifin Husin.

“Kita harus bersatu jangan ada yang merasa senang atau menang. Tapi yang penting utuh seperti awalnya. Tidak ada untung karena itu harus cari penyelesaiannya,” lanjutnya.

Pernyataan dari Djohar Arifin Husin tersebut tentunya bertolak belakang dengan apa yang pernah dilontarkan La Nyalla Mattalitti. Mantan dedengkot KPSI ini menolak dengan tegas Persebaya IPL yang dinilainya sebagai tim kloningan. Menurut La Nyalla, Persebaya yang asli adalah tim yang bermain di Divisi Utama PT Liga Indonesia, bukan Persebaya yang berlaga di IPL.

”Sejak awal, saat pertama saya menjadi anggota Exco saya menolak klub-klub kloningan seperti Persebaya, Persija Jakarta, PSMS Medan dan Arema Malang. Persebaya itu (pada tahun) 2010 didegradasi ke Divisi Utama. Wishu Wardhana saat itu ditunjuk oleh Nurdin Halid sebagai ketua untuk menyelamatkan Persebaya. Tetapi akhirnya Saleh Mukadar membentuk Persebaya 1927 yang bermain di LPI (Liga Prima Indonesia),” tukas La Nyalla.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda