Scroll to Top

PSSI: La Nyalla Tantang Saleh Mukadar Soal Dualisme Persebaya!

By Agus Prasetyo / Published on Wednesday, 10 Apr 2013

Menanggapi persoalan dualisme Persebaya, Wakil Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti menantang Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia Saleh Ismail Mukadar untuk berdebat menentukan Persebaya mana yang sah dan benar.

Pernyataan ini diungkapkan oleh La Nyalla kepada wartawan, usai rapat komite eksekutif PSSI di Hotel Shangri-La Surabaya (Selasa 9/4/13).

“Saleh Mukadar kalau memang berani mau duduk sama saya, kita debat. Tayangkan di televisi, siap saya” tegas La Nyalla.

La Nyalla mengungkapkan mengenai Persebaya mana yang benar, didapatkan dirinya usai mendapatkan pengakuan dari Ketua Umum PSSI Djohar Arifin.

“Kalau Djohar tidak mau mengakui, tidak mungkin sekarang dia duduk di sini. Justru Djohar mau didongkel sama kelompok Jenggala, karena mau didongkel sejak di Palangkaraya”

“cuma orang ini orang baik, kemudian yang hati nuraninya kembali setelah saya sampaikan. Akhirnya dia sadar, makanya kita amankan dia” ungkap La Nyalla.

La Nyalla mengatakan semua permasalahan persepakbolaan di Indoensia sudah bagus, sehingga diperlukan pencerahan kepada masyarakat siapa yang sebenarnya yang benar.

“Ini sudah lurus dan bagus, tolongnlah diberi pencerahan. Ya tidak langsung karena sudah kenceng Persebaya 1927, ya kasihlah gambaran. Panggil Indah Kurnia, tanya dia siapa yang asli, suruh dia ngomomng. Lalu tanya Prof Edi Yuwono, ini kan tokoh-tokoh Persebaya. Lama-lama rakyat akan mengerti. Supaya tidak hilang muka si Saleh Mukadar suruh ketemu saya, selesai” tegas La Nyalla.

Ia juga menceritakan kepalsuan yang terjadi di tubuh PSSI, hingga dirinya memutuskan keluar dan mendirikan KPSI. Semuanya bermula dari hasil kongres PSSI di Bali yang direkayasa.

“Hasil kongres di Bali memutuskan PT LI sebagai operator liga diganti LPIS, memasukkan nama persebaya 1927, kaget saya. Pak Djohar sendiri yang ngomong ini pesanan dari Jenggala, kalau ini harus masuk, gila tidak. Akhirnya keluarlah saya” tutur La Nyalla.

“Kemudian 30 September 2012, rapat terakhir saya keluar dan membentuk KPSI dan meneruskan hasil Bali. Akhirnya mereka cuma dapat 12 (klub), itupun abal-abal yang asli cuma empat. Persiraja, Semen Padang, (Persiba) Bantul, (Persijap) Jepara dan ada lagi satu degradasi PKT Bontang” lanjut La Nyalla.

Selain itu dia mengungkapkan kepalsuan tim-tim yang bermain di IPL, dengan memberikan contoh sebagai berikut.

“Batavia FC jadi Persija itu kan gila. Batavia FC jadi Persija, saat rapat saya menentang kok. Jadi kalau saya tandatangan kesepakatan itu bohong. Kalau tanda tangan absen iya”

“PSMS Medan itu kurang dua hari kompetisi mau dijalankan, dibentuk sama Djohar. Makanya SK itu langsung dibubarkan karena dia tahu palsunya di mana” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda