Scroll to Top

Gara-gara PSSI, Persibo Bikin Malu Indonesia di AFC Cup 2013

By Aditya / Published on Wednesday, 10 Apr 2013

Persibo Bojonegoro

Gara-gara keputusan PSSI yang dinilai tidak fair dalam menentukan wakil Indonesia di AFC Cup 2013, nama baik negara yang menjadi taruhannya. Persibo Bojonegoro untuk kesekian kalinya tampil sangat memalukan di ajang laga antar klub yang berperingkat di bawah Liga Champions Asia (LCA) tersebut. Padahal, tim asal Jawa Timur itu membawa nama Indonesia di kancah persepakbolaan Asia.

Yang paling baru, Persibo, sang jawara Piala Indonesia 2012, babak-belur dipermak oleh wakil Hongkong, Sunray Cave JC Sun Hei, dengan skor mutlak 8-0. Tak hanya itu, dalam laga yang dilangsungkan di Mong Kok Stadium, Hongkong, pada Selasa (9/4/2013) tersebut, Persibo hanya bermain dengan 6 orang setelah para pemainnya tumbang karena cidera, sementara di bangku cadangan cuma menyisakan seorang pemain pengganti saja.

Ya, melawat ke Hongkong, Persibo hanya membawa 12 orang pemain dengan alasan kekurangan dana. Tak pelak, kekalahan besar tersebut, yang bukan pertamakalinya dialami Persibo di AFC Cup 2013 setelah sebelumnya dicukur di kandang sendiri oleh New Radiant dengan skor 0-7, dituding oleh sebagian kalangan, termasuk dari tim lawan, telah memalukan nama Indonesia.

“Ini memalukan buat mereka. Tak ada yang percaya pemain mereka cidera. Mereka cuma tidak mau melanjutkan pertandingan,” tukas .Roberto Alfonso Jr., kapten tim Sunray Cave JC Sun Hei.

“Kami tidak mengharapkan situasi seperti ini dari Persibo. Mereka tidak punya semangat sportivitas. Kami sudah seringkali mendengar minimnya sportivitas dari tim-tim di Indonesia. Tapi, saya tidak menyangka kami bakal mengalaminya,” timpal pelatih Chiu Chung Man.

Nama Indonesia sedikit tertolong oleh Semen Padang yang juga mewakili Indonesia di AFC Cup 2013 karena masih mampu tampil perkasa hingga saat ini. Semen Padang dan Persibo yang berkiprah di Indonesia Premier League (IPL) ditunjuk oleh PSSI untuk mewakili Indonesia di ajang AFC Cup 2013.

Sementara kandidat dari Indonesia Super League (ISL), seperti Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura yang finish di peringkat 1 dan 2 musim lalu, diabaikan oleh PSSI yang saat itu tidak mengakui ISL. Padahal, di sisi lain, PSSI tetap memanggil para pemain ISL ke Timnas Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda