Scroll to Top

Oblivion, Aksi Futuristik Tom Cruise Setelah Kehancuran Bumi

By Arya Azhar / Published on Monday, 15 Apr 2013

 Bagaimana rasanya, terasing di bumi yang baru saja dilanda kehancuran besar-besaran akibat serangan alien?

Ya, hal tersebutlah yang kini dialami oleh Jack Harper (Tom Cruise), tokoh utama dalam film fiksi ilmiah terbaru berjudul ‘Oblivion’.

Film ini bersetting di bumi tahun 2077. 60 tahun setelah terjadi serangan besar-besaran oleh para Alien yang menghancurkan hampir seluruh populasi di bumi.

Jack Harper, salah satu manusia yang masih selamat dari ‘kiamat’ tersebut, ditugaskan sebagai mekanik di  sebuah stasiun bernomor “49” untuk membersihkan bumi dari sisa-sisa serangan Alien dan sekaligus menetralkan radiasi di bumi.

Hari-hari Jack menjalani misi dari pimpinannya Sally (Melissa Leo), hanya ditemani oleh rekannya, Victoria (Andrea Riseborough).

Semua berjalan dengan lancar, sampai kemudian Jack terus dihantui oleh memori masa lalu tentang bayangan seorang wanita dalam ingatannya sebelum bumi mengalami kehancuran. Ia tak tahu siapa wanita itu, sampai suatu hari Jack menemukan kapal yang ditumpangi oleh wanita dalam mimpinya tersebut yang diketahui bernama ‘Julia‘.

Sembari menemukan jawaban tentang sosok wanita misterius tersebut, Jack dihadapkan pada serangan sebuah kelompok bertopeng misterius yang ternyata adalah ras manusia yang juga masih bertahan di bumi.

Bersama Julia, Jack kemudian mencoba untuk menemukan jawaban dari semua misteri masa lalu dan kebenaran tentang dirinya, masa lalu, hingga menentukan nasib masa depan bumi kedepannya.

Film ini digarap oleh Sutradara ‘Tron: Legacy’, Joseph Kosinski. Sehingga untuk urusan spesial efek, rasanya kemampuannya sudah tak diragukan lagi dalam menghasilkan sajian penuh efek memukau di luar angkasa. Mulai dari pesawat futuristik yang dikendarai Jack Harper, Stasiun yang menjadi tempat tinggalnya, pemandangan di bumi paska kehancurkan (yang mengingatkan akan film fiksi ilmiah lainnya, Prometheus), hingga ledakan-ledakan dari para robot yang disajikan dengan apik.

Selain dari efek, musik pengiring film ini yang digarap oleh Anthony Gonzales (M83) dan Joseph Trapanese (yang juga membuat musik untuk film ‘The Raid’ versi Amerika),  patut diacungi jempol.  Musik gubahan mereka menambah atmosfir menegangkan dari tiap adegan Oblivion.

Tom Cruise pun bermain dengan cukup meyakinkan di film ini. Ketimbang jajaran pemain lainnya, ia memang yang paling menjadi sorotan karena hampir 80% film ini memang digerakkan oleh penampilan akting dari Cruise.

Oblivion memang berdurasi cukup panjang (124 menit, 2 jam lebih), maka Anda memang harus cukup bersabar menyaksikannya. Apalagi muatan ceritanya cukup kompleks, jadi jika tak berkonsetrasi, Anda bisa kebosanan dan tak mengerti mengenai detail filmnya.

Oblivion telah tayang lebih awal di Indonesia mulai 8 April 2013 lalu, lebih dulu dari jadwal rilis di Amerika  yang baru akan tayang 19 April 2013 mendatang.

So, Anda yang menyukai film bertema fiksi ilmiah dan fans Tom Cruise, rasanya sayang untuk melewatkan film satu ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda