Scroll to Top

Lion Air Bali Jatuh, Bangkainya Dipotong di Laut

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 15 Apr 2013

Lion AIr Bali

Kecelakaan pesawat Lion Air Bali yang terjadi pada hari Sabtu, 13 April 2o13 di area Bandara Ngurah Rai masih menyisakan berbagai kebingungan. Mulai dari minimnya informasi tentang korban kecelakaan, miringnya pendapat seputar penerbangan di tanah air, hingga skenario apa yang harus dilakukan untuk mengangkat bangkai pesawat dari perairan dekat Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Saat ini, seperti dikutip oleh Kompas, terdapat tiga langkah mengevakuasi bangkai pesawat yang awalnya terbang dari Bandung ke Bali ini. Langkah pertama, adalah meotong tempat CVR (Cockpit Voice Recorder) yang berada di bagian ekor. Langkah berikutnya, memotong kepala , lalu badan pesawat. Setiap langkah memiliki ancaman tersendiri. Ancaman paling berbahaya adalah terjadinya ledakan selama pemotongan mengingat banyaknya instrumen pesawat yang tidak diketahui keadaan terakhirnya.

Selesai memotong pesawat, perkara belum selesai karena bagaimana pun Pesawat jenis Boeing 737-800 NG buatan tahun 2012 tersebut harus ditarik ke daratan. Opsinya dua: menggunakan crane atau mengapungkan bagian kapal dengan peralatan khusus.

Masalah seputar Lion Air Bali tidak hanya seputar bangkai pesawat. Tetapi juga, tentang informasi seputar korban. Pihak Lion Air dianggap kurang pro aktif. Demikian yang disampaikan oleh salah satu keluarga korban, Dading (35 tahun) seperti dikutip oleh TEMPO. Informasi yang didapatkan dari Lion Air tidak berbeda dengan informasi yang didapatkan dari televisi sehingga keluarga korban harus pro aktif dalam mencaritahu perkembangan terkini.

Sementara itu, kecelakaan Lion Air Bali terus mengundang berbagai tanggapan. Wakil Ketua DPP Gerindra, Fadli Zon, misalnya, menyatakan bahwa kecelakan pesawat di Asia paling sering terjadi di Indonesia. Dengan sembilan kecelakaan pertahun, berbeda dari negara Asia lainnya yang hanya tiga hingga empat kali.

Pada lain kesempatan, Alvin Lie, pengamat penerbangan, seperti dilansir Liputan6 menyatakan, “Semua insiden yang terjadi di industri penerbangan itu dicatat. Meski secara korporasi bagus, tapi di sisi keselamatan Lion Air tergolong maskapai yang berisiko tinggi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda