Scroll to Top

PSSI Didesak Bersikap Adil Terkait Dualisme Persebaya

By Aditya / Published on Monday, 15 Apr 2013

persebaya dualisme

Desakan yang ditujukan kepada PSSI agar bersikap adil dalam persoalan dualisme Persebaya semakin kuat. Bonekmania, barisan pendukung tim Bajul Ijo, meminta PSSI agar mengakui Persebaya 1927 yang kini berlaga di kompetisi Indonesia Premier League (IPL). Persebaya IPL memang terancam tidak bisa mengikuti penyatuan kompetisi tahun depan karena dianggap masih harus menjalani sanksi yang dijatuhkan oleh PSSI di era Nurdin Halid.

Selain didesak untuk mengakui Persebaya 1927, Bonekmania juga meminta kepada PSSI untuk melarang Persebaya yang lain, yakni yang berlaga di Divisi Utama PT Liga Indonesia atau Persebaya DU, menggelar laga kandang di Surabaya sebagaimana yang berlaku juga bagi Persebaya IPL.

Tuntutan Bonekmania ternyata mendapat dukungan dari Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, yang mengirimkan surat kepada PSSI dan ditembuskan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, dengan nomor 426/23k/436.6.17. Berikut isi surat tersebut:

“Memperhatikan unjuk rasa dari suporter Persebaya 1927 (Bonek) pada Senin, 15 April 2013, yang diikuti sekitar 1.500  orang, bersama ini kami sampaikan aspirasi dimaksud, bahwa Persebaya Divisi Utama tidak diperkenankan bermain di Kota Surabaya dan mohon Persebaya IPL dapat diakui dan mengikuti kompetisi liga unifikasi PSSI musim kompetisi 2014. Demikian atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih,” tulis Walikota.

Bonekmania pun telah mengajukan 4 tuntutan kepada PSSI terkait dualisme Persebaya ini, yaitu:

  1. Batalkan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, 17 Maret 2013, tentang unifikasi liga sepakbola Indonesia yang melarang atau tidak mengikutsertakan klub Persebaya (1927)  dalam liga sepakbola di Indonesia.
  2. Berikan sanksi kepada menpora dan Ketua Umum PSSI yang melakukan tindakan penzaliman sistemik terhadap klub Persebaya.
  3. Berikan hak kepada klub Persebaya (1927) untuk bisa ikut liga sepakbola di Indonesia.
  4. Hentikan kembalinya para mafia sepakbola Indonesia yang menguasai PSSI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda