Scroll to Top

PSSI: Walikota Tak Berhak Campuri Urusan Persebaya!

By Aditya / Published on Wednesday, 17 Apr 2013

dualisme persebaya

PSSI akhirnya memberikan respon terkait surat yang dikirimkan oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, mengenai masalah yang saat ini tengah dialami tim Bajul Ijo. Menurut Sekjen PSSI, Hadiyandra, Walikota tidak berhak mencampuri urusan Persebaya karena itu adalah wilayah PSSI sebagai federasi sepakbola seluruh Indonesia.

“Walikota tidak punya hak (untuk mencampuri urusan Persebaya). Saya yakin Ibu Walikota hanya menyampaikan aspirasi Bonek. Tapi sepertinya banyak yang salah paham dengan surat itu,” kata Hadiyandra di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, Tri Rismaharini telah mengirimkan surat kepada PSSI dan ditembuskan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, dengan nomor 426/23k/436.6.17 terkait aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Bonekmania untuk menyikapi dualisme Persebaya. Adapun isi surat tersebut yaitu:

“Memperhatikan unjuk rasa dari suporter Persebaya 1927 (Bonek) pada Senin, 15 April 2013, yang diikuti sekitar 1.500  orang, bersama ini kami sampaikan aspirasi dimaksud, bahwa Persebaya Divisi Utama tidak diperkenankan bermain di Kota Surabaya dan mohon Persebaya IPL dapat diakui dan mengikuti kompetisi liga unifikasi PSSI musim kompetisi 2014. Demikian atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih,” tulis Walikota Surabaya.

Bonekmania sendiri telah mengajukan 4 tuntutan kepada PSSI terkait dualisme Persebaya, yang berisi:

  1. Batalkan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, 17 Maret 2013, tentang unifikasi liga sepakbola Indonesia yang melarang atau tidak mengikutsertakan klub Persebaya (1927)  dalam liga sepakbola di Indonesia.
  2. Berikan sanksi kepada menpora dan Ketua Umum PSSI yang melakukan tindakan penzaliman sistemik terhadap klub Persebaya.
  3. Berikan hak kepada klub Persebaya (1927) untuk bisa ikut liga sepakbola di Indonesia.
  4. Hentikan kembalinya para mafia sepakbola Indonesia yang menguasai PSSI.

Terkait tuntutan dari Bonekmania itu, Hadiyandra memberikan solusi untuk mengatasi dualisme Persebaya. Agar kembali menjadi satu, tim Bajul Ijo boleh merger pemain, namun bukan penggabungan klub atau menganulir hasil KLB PSSI.

“Keputusan itu sudah melalui kongres tidak mungkin bisa diubah. Solusi lain (dualisme Persebaya) adalah di tingkat pemain. Ini bukan untuk melakukan merger badan perusahaan ataupun membatalkan hasil kongres, tapi merger di kalangan pemain,” saran Hadiyandra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda