Scroll to Top

Partai Hidup Mati Sriwijaya FC dan Persipura

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 20 May 2011

Di tengah gejolak pemilihan pengurus PSSI periode baru yang menguras perhatian rakyat Indonesia, dua tim terbaik Liga Super Indonesia, Sriwijaya FC dan Persipura tengah mempersiapkan diri mengharumkan nama bangsa di AFC Cup 2011. Tidak tanggung-tanggung, kedua tim ini berhasil lolos dari babak penyisihan grup untuk mencapai babak 16 besar. Di sinilah ujian berat menghadang. Sriwijaya FC mesti melawan ke kandang Chonburi FC (Thailand) sedangkan Persipura, tidak kalah berat, mesti berjibaku menghadapi Song Lam Nghe An (Vietnam). Sedianya, kedua pertandingan ini berlangsung pada 25 Mei 2011. Bagaimana perjalanan Laskar Wong Kito dan Mutiara Hitam sebelumnya?  

 

Menaklukkan Tim Mateja Kezman dan Nicky Butt

Persipura Jayapura, yang musim lalu menjadi runner-up LSI, langsung mendapatkan tiket ke grup H pada babak penyisihan. Di sini, mereka mesti bersaing dengan tiga tim kuat: Chonburi (Thailand), South China (Hongkong), dan Kingfisher East Bengal (India). Dari ketiga tim tersebut, sebenarnya yang paling menakutkan adalah South China. Maklum, dalam tim ini terdapat nama Mateja Kezman, striker yang pernah menjadi raja gol di PSV Eindhoven sebelum nasib malang menimpanya kala bergabung dengan Chelsea. Ada pula nama Nicky Butt, gelandang kurus eks Manchester United yang kini bertubuh subur seiring dengan usianya. Namun, dalam match day pertama, Persipura berhasil menahan imbang South China di kandang lawan 1-1 berkat gol Boaz Sollosa. Artinya, hadangan pertama berhasil dilewati. Benarlah, semangat bisa menahan South China berlanjut ke dua pertandingan berikutnya. Tanpa ampun, Persipura melumat Kingfisher East Bengal 4-1 dan Chonburi FC 3-0. Sayang, pada laga away di match day 4, giliran Chonburi yang mempecundangi Persipura 4-1. Beruntunglah mental anak asuhan Jacken F. Tiago cepat bangkit. Kala menjamu South China di match day 5, membutuhkan 3 angka untuk lolos, Persipura mampu memaksimalkan faktor tuan rumah mereka dengan menekuk South Cina 4-2. Di pertandingan terakhir yang sudah tidak menentukan lagi, Persipura yang melawat ke kandang Kingfisher East Bengal ditahan 1-1. Hasil ini membuat Persipura hanya menjadi runner-up grup H, kalah 2 poin dari Chonburi. Kerugiannya, dalam babak 16 besar yang pertandingannya cuma sekali (di kandang juara grup pada babak penyisihan), Persipura mesti mendatangi Song Lam Nghe An yang sempat mencukur Sriwijaya FC 4-0 di Vietnam.

 

Berjuang Sampai Menit Terakhir

Dibandingkan dengan Persipura, lolosnya Sriwijaya FC ke babak 16 besar dapat dikatakan kurang mulus. Mereka baru bisa menentukan nasib di pertandingan terakhir. Sebelumnya, Sriwijaya FC bergabung di grup F bersama Song Lam Nghe An (Vietnam), TSW Pegasus (Hongkong), dan VB (Maladewa). Pertandingan pertama Sriwijaya FC juga tidak sempurna. Tampil di Jakabaring, Sriwijaya cuma bermain imbang 1-1 dengan VB. Sriwijaya sempat menjadi pemuncak grup di match day 3 setelah berturut-turut bisa mengalahkan TSW Pegasus 2-1 di kandang lawan dan Song Lam Nghe An 3-1 di Jakabaring. Namun, pada match day 4 dan 5, Sriwijaya dua kali kalah. Mereka dipecundangi Song Lam Nghe An 4-0 di Vietnam dan dibekuk VB 2-1 di Maladewa. Untunglah semangat tempur pasukan Ivan Kolev tidak meluntur. Di pertandingan terakhir, mereka mampu menang 3-2 atas TSW Pegasus. Pertandingan terakhir ini sendiri sangat menegangkan. Tertinggal 2-1, salah satu pemain TSW Pegasus terkena kartu merah. Bukannya permainan mereka menurun, TSW Pegasus bisa mencetak gol melalui Lee Hong Lim pada menit 75. Kala pertandingan hampir berakhir imbang, Mahadirga Lasut menjadi penyelamat Sriwijaya FC dengan golnya pada menit 88. Dengan hasil ini, Sriwijaya mesti berlaga ke kandang Chonburi di babak 16 besar. Chonburi sendiri bisa menekuk kompatriot Sriwijaya, Persipura 4-1.

 

Berjudi di Vietnam dan Thailand

Jika melihat bahwa kedua tim yang membawa nama Indonesia ini mesti bertandang, rasanya peluang ke 8 besar memang tipis. Namun, bukan tidak mungkin Persipura dan Sriwijaya justru bisa tampil luar biasa ketika status mereka hanyalah “underdog”. Maka, bersiaplah menanti seperti apa hasil pertandingan pada 25 Mei mendatang.

2 thoughts on “Partai Hidup Mati Sriwijaya FC dan Persipura”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda