Scroll to Top

HUT PSSI ke-83, Nil Maizar Berharap Kebangkitan Timnas Indonesia

By Aditya / Published on Friday, 19 Apr 2013

Timnas Indonesia Taufiq Nil Maizar

Hari ini, PSSI tepat berusia 83 tahun. Di momen peringatan HUT PSSI ke-83 ini, Nil Maizar mengharapkan kondisi persepakbolaan nasional yang lebih baik, termasuk kebangkitan Timnas Indonesia. Nil Maizar, yang baru saja didepak dari kursi pelatih kepala Timnas Indonesia, sangat berharap PSSI mampu mewujudkan harapan semua rakyat Indonesia terhadap persepakbolaan nasional yang lebih baik.

Nil Maizar turut kecewa dengan raihan yang dicapai Timnas Indonesia saat ini. Di peringkat FIFA, Indonesia terpuruk di posisi ke-170. Bahkan, di kawasan Asia Tenggara saja, tim Garuda sudah dianggap tidak sesangar dulu. Terbukti, tidak ada satu pun pemain Indonesia yang terpilih dalam jajaran pemain terbaik ASEAN belum lama ini.

Kondisi ini tentu saja sangat memprihatinkan. Meskipun tidak lagi menukangi Timnas Indonesia, Nil Maizar tetap berharap agar sepakbola di tanah air segera menjadi lebih baik. HUT PSSI ke-83, kata eks pelatih Semen Padang ini, dinilai sebagai momen yang tepat untuk membangkitkan sepakbola nasional.

“Ini sebagai baromoter supaya ke depannya sepakbola Indonesia memiliki masa depan yang cerah. Saat ini, Timnas Indonesia berada di peringkat ke-170,” kata Nil Maizar di Jakarta, kemarin.

“Mudah-mudahan ini awal bangkitnya sepakbola Indonesia sehingga harapan masyarakat Indonesia menjadi nyata,” harap pelatih yang sedang dikabarkan didekati oleh Persebaya DU ini.

Semakin miskinnya prestasi Timnas Indonesia memang menjadi sorotan banyak pihak. Selain Nil Maizar, Alfred Riedl yang juga mantan pelatih Timnas Indonesia juga ikut angkat bicara. Pelatih asal Austria itu menuding PSSI sebagai pihak yang paling bertanggungjawab atas terpuruknya sepakbola Indonesia.

Posisi Indonesia di peringkat FIFA memang kian menukik setelah kekalahan dari Arab Saudi dalam laga lanjutan Pra Piala Asia 2015 yang telah digelar pada tanggal 23 Maret 2013 silam di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta.

Di kawasan ASEAN, Indonesia hanya mampu unggul dari Brunei Darussalam, Timor Leste, dan Kamboja. Indonesia tak lagi berada di jajaran papan atas sepakbola Asia Tenggara karena kalah peringkat dari Vietnam (peringkat 13), Thailand (140), Filipina (143), Myanmar (155), Malaysia (163), Singapura (165), Myanmar (155), bahkan Laos (168).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda