Scroll to Top

Newcastle: Pacari Rachelle Graham, Papiss Cisse Jadi Korban Rasis

By Wan Faizal / Published on Monday, 22 Apr 2013

Papiss-Rachelle

Striker Newcastle United, Papiss Cisse, menjadi korban rasis bersama pacarnya yang merupakan Miss Newcastle bernama Rachelle Graham. Keduanya mendapat perlakuan tak mengenakkan itu di sebuah situs internet. Perkaranya hanya karena keduanya berbeda warna kulit. Cisse berkulit hitam sementara Rachelle berkulit putih.

Ceritanya, Rachelle melakukan sebuah kegiatan amal untuk membantu organisasi amal yang dimiliki Cisse di Senegal bernama Friends of Sedhiou. Dari kegiatan tersebut, Rachelle berhasil menghimpun uang hingga 900 pounds yang akhirnya digunakan untuk membeli sebuah mobil ambulans di Senegal.

Namun ternyata, aksi itu mendapat beberapa respon yang negatif. Seperti diutarakan Rachelle, beberapa kalimat rasis yang menyudutkan keduanya tersaji di situs internet yang kini masih diselidiki pihak kepolisian.

“Mengerikan. Target dari situs tersebut adalah kami hanya karena saya berkulit putih sedangkan Papiss berkulit hitam,” ujar Rachelle.

“Beberapa kalimat disana, diantaranya cukup mengancam kami. Saya tidak paham kenapa mereka berlaku seperti itu karena Papiss adalah orang yang baik. Saya pikir kami harus membiarkannya dan move on.”

Tak hanya itu, pelaku yang kini belum diketahui identitasnya itu juga membuat akun Twitter palsu yang mengatasnamakan bahwa dirinya adalah Rachelle. Salah seorang istri pemain Newcastle juga mendapat perilaku rasis dari akun tersebut.

Rachelle Graham
Rachelle Graham

“Orang tersebut mungkin juga yang membuat akun Twitter palsu dengan nama saya. Ia membuatnya sedemikian rupa hingga hampir menipu banyak orang bahwa itu adalah akun saya. Ia menggunakan foto serta alamat rumah saya,” ucap Rachelle.

“Akun tersebut meng-upload gambar seekor kera yang membawa pisau. Dan juga ada sebuah gambar dari majalah tentang Papiss dan mereka memakai judul ‘Diimpor dari Senegal’ untuk menyudutkan Papiss.”

“Papiss mengaku sudah sering melihat bentuk rasis seperti itu yang ditujukan padanya dan ia bilang bahwa tak mau memikirkannya. Tapi perbuatan seperti ini tentu harus dihentikan.”

Well Papiss, barangkali pelaku hanyalah cemburu melihat hati Rachelle telah menjadi milikmu. Who knows.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda