Scroll to Top

Timnas Indonesia Dihina Lagi Oleh Habil Marati, Karena Sakit Hati?

By Aditya / Published on Tuesday, 23 Apr 2013

Habil Marati

Mantan manajer Timnas Indonesia, Habil Marati, kembali melontarkan hinaan terhadap tim Merah-Putih. Ini adalah hal aneh tapi nyata yang dilakukan oleh politisi yang pernah berkiprah bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu. Tak hanya sekali, Habil Marati bahkan telah beberapa kali merendahkan Timnas Indonesia. Apakah Habil Marati merasa sakit hati sehingga kerap mengeluarkan ucapan yang tak pantas terhadap Timnas Indonesia?

“Mengenai timnas, saya berani mengatakan bahwa dengan terpilihnya pelatih selain Blanco, timnas kita mundur 100 tahun ke belakang. Kita pastikan timnas kita kacangan!” tukas Habil Marati di Jakarta, kemarin.

Habil Marati memang diketahui sebagai pendukung setia Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin. Meskipun kini berada di bawah satu atap PSSI, namun sudah menjadi rahasia umum apabila masih terdapat dua kubu di PSSI dan juga di Badan Tim Nasional (BTN), yakni kubu Djohar Arifin Husin dan kubu La Nyalla Mattalitti.

Usai KLB, pihak La Nyalla berbalik “menguasai” PSSI. Meskipun Djohar Arifin masih menjabat sebagai ketua umum, namun ia dan para pengikutnya tampak kalah pengaruh dengan kubu La Nyalla, termasuk soal pengangkatan Jacksen F. Thiago sebagai pelatih Timnas Indonesia senior. Padahal, pihak Djohar Arifin masih ngotot menjagokan Luis Manuel Blanco.

‪”Pencoretan Blanco adalah putusan keliru. Bisa dibilang, mereka (kubu La Nyalla Mattalitti) telah membuat sepakbola Indonesia mengalami kemunduran,” tandas Habil Marati geram.

“Saya berani pasang badan, seandainya Blanco tidak berhasil menjuarai Piala AFF dan masuk penyisihan Piala Dunia ataupun Piala Asia, saya siap dipenjara selama 20 tahun tanpa diadili, karena saya tidak ragu dengan kualitas Blanco sebagai pelatih jempolan,” lanjutnya.

Bukan sekali ini saja Habil Marati mengolok-olok Timnas Indonesia setelah Nil Maizar tak lagi menjabat sebagai pelatih. Sebelumnya, ia pernah menyebut Timnas Indonesia di era Bambang Pamungkas alias Bepe tidak pernah membuat bangga negara karena tidak pernah berprestasi.

“Bepe itu biasa-biasa saja tidak ada istimewanya. Selama dia bermain di timnas tidak ada prestasi juga,” kata Habil Marati waktu itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda