Scroll to Top

PSSI Matikan Karir Pieter Rumaropen Seumur Hidup!

By Aditya / Published on Thursday, 25 Apr 2013

Pieter Rumaropen

Karir sepakbola Pieter Rumaropen terancam mati setelah Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman kepada pemain Persiwa Wamena tersebut dengan larangan tampil seumur hidup. Keputusan PSSI ini terkait kasus pemukulan wasit yang dilakukan oleh Pieter Rumaropen saat Persiwa dijamu Pelita Bandung Raya (PBR) di lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2013 pada hari Minggu kemarin.

Insiden tersebut terjadi di menit ke-81 ketika wasit Muhaimin menunjuk titik putih untuk PBR setelah bek Persiwa, O.K. Jhon, melanggar Nova Arianto di depan gawang. Tidak terima dengan keputusan itu, Pieter Rumaropen yang datang dari belakang langsung menonjok muka wasit hingga terluka dan tidak bisa melanjutkan memimpin pertandingan.

Setelah melakukan investigasi, Komisi Disiplin PSSI akhirnya memberi sanksi tegas terhadap Pieter Rumaropen. Pemain asli Papua berusia 29 tahun yang pernah beberapa kali memperkuat Timnas Indonesia itu pun harus menerima kenyataan pahit karena divonis hukuman larangan tampil seumur hidup. Namun, PSSI masih memberikan kesempatan Pieter Rumaropen untuk melakukan banding.

“Kami telah memutuskan jika Pieter Rumaropen melakukan tindakan buruk sekali dan dihukum seumur hidup. Artinya, wasit tidak bisa melanjutkan tugasnya. Maka, sanksi tegas kita berikan meski pemain yang bersangkutan tidak kami panggil dalam sidang,” tandas Ketua Komdis PSSI, Hinca Pandjaitan, di Jakarta, Rabu (24/4/2013).

“Kami tetap memberikan hak banding bagi Pieter Rumaropen. Waktu yang ada selama 14 hari setelah putusan ditetapkan,” lanjutnya.

Menanggapi keputusan Komdis PSSI yang menghukumnya seumur hidup, Pieter Rumaropen yang sempat kaget dan menyesali kelakuannya akan mengajukan banding dengan harapan mendapatkan keringanan hukuman.

“Mungkin, dalam 1-2 hari saya akan mulai mengajukan banding. Saya sangat kaget dengan keputusan Komdis PSSI. Saya berharap, banding saya diterima dan mendapat keringanan karena mata pencaharian saya dari sepakbola,” harap Pieter Rumaropen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda