Scroll to Top

Era Barcelona Sang Raja Eropa Sudah Berakhir?

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 26 Apr 2013

Era Barcelona Sang Raja Eropa Sudah Berakhir 2

Barcelona untuk kesekian kalinya tumbang musim ini; kali ini di semifinal Liga Champion 2013 oleh Bayern Munchen dengan skor 4-0. Sebelumnya, sudah ada AC Milan dan Real Madrid yang menaklukkan Lionel Messi dkk. Apakah ini berarti era Barcelona dengan tiki-taka-nya yang merajai Eropa, akan berakhir?

“Opini bahwa ini adalah akhir era Barcelona adalah sesuatu yang nonsens. Tak ada fakta yang mendukung opini ini. Dalam lima tahun terakhir, tim ini sudah menjuarai dua Liga Champions dan mencapai semifinal tiga kali. Kami juga akan memenangi gelar La Liga keempat dalam lima tahn terakhir. Ditambah lagi Piala Super, dan seterusnya …,” demikian yang dicetuskan Andres Iniesta ketika dimintai pendapat apakah sudah tiba saatnya kekuasaan Barcelona di Eropa usai.

Jika dilihat, yang terjadi dari tahun ke tahun adalah, semakin tereksposnya gaya bermain Barcelona. Hal ini sebenarnya sudah terlihat di tahun keempat Pep Guardiola melatih klub Catalan. Meskipun secara teknis memenangi empat gelar: Piala Supe Eropa 2011, Piala Super Spanyol 2o11, Piala Dunia Antar Klub 2011, dan Copa del Rey 2012, Barca seperti tidak memiliki rencana B, jika sudah gagal menembus pertahanan tim yang disiplin; yang tidak membiarkan para punggawa Blaugrana menyentuh daerah kotak penalti.

Khusus musim ini, Real Madrid yang di era Pep Guardiola menjadi ladang mencari poin, malah kembali menjadi musuh paling menakutkan. Dalam lima laga El Clasico terakhir, Barca tak pernah tumbang. Di Eropa, klub Catalan sudah terluka tiga kali. Oleh Glasgow Celtic, AC Milan, dan terakhir Bayern Munchen.

Namun bagi Andres Iniesta, “Kami masih terus memenangi trofi. Tidak realistis, menganalisis lima tahun hanya dengan kekalahan di Munchen. Bagi saya, akhir sebuah era adalah ketika Anda menjalani musim demi musim tanpa gelar.”

Menurut Don Andres, yang dibutuhkan Barcelona adalah berkembang. Ia pun berjanji tidak akan patah semangat menjelang leg kedua melawan Bayern Munchen. “Jika kami harus tersingkir, setidaknya kami akan berjuang habis-habisan,” cetusnya.

Ada yang menyatakan, kekalahan dari Bayern Munchen adalah titik akhir era kebesaran Barcelona, seperti yang pernah terjadi dengan klub-klub besar Eropa di era sebelumnya. Namun, ada yang menyatakan, seperti Andres Iniesta, andai Barcelona benar-benar mau menempatkan seorang bek tengah di posisi bek tengah dan mau menyiapkan rencana B atas penguasaan bola yang ‘membanjir’, masih ada kesempatan bagi klub Spanyol ini untuk terus berkembang.

Nah, bagaimana pendapat Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda