Scroll to Top

Dihukum PSSI, Pieter Rumaropen: Seribu Maaf Buat Wasit!

By Aditya / Published on Friday, 26 Apr 2013

Pieter Rumaropen

PSSI telah menjatuhkan hukuman berupa larangan tampil seumur kepada pemain Persiwa Wamena, Pieter Rumaropen, karena telah memukul wasit Muhaimin di laga melawan Pelita Bandung Raya (PBR) dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2013 pada Minggu kemarin. Atas insiden dan sanksi berat dari PSSI itu, Pieter Rumaropen mengaku menyesal dan menghaturkan seribu maaf buat wasit.

Pieter Rumaropen menyatakan ingin segera menemui wasit Muhaimin untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Selain itu, pemain asli Papua yang beberapa kali memperkuat Timnas Indonesia ini mengaku tidak sengaja memukul wasit sehingga insiden tersebut terjadi.

“Saya tidak berniat memukul wasit Muhaimin. Saya hanya berusaha menariknya untuk mengajaknya berdiskusi setelah memberikan penalti buat PBR karena itu bukan pelanggaran. Ketika menariknya, kepala wasit langsung menengok ke kiri dan kemudian mengenai tangan saya,” dalih Pieter Rumaropen, kemarin.

“Saya ingin bertemu wasit untuk menyampaikan permintaan maaf namun belum bisa. Ini sudah menjadi tanggungjawab saya. Seribu maaf buat wasit,” ucapnya.

“Saya sangat menyesal atas kelakuan dalam pertandingan itu. Apalagi, pertandingan itu disiarkan secara langsung. Tindakan itu tidak pantas dilakukan. Kejadian itu menjadi pelajaran terutama buat para pemain muda agar kejadian ini tidak terulang lagi,” ujarnya lagi.

Mengenai hukuman berat yang divonis oleh PSSI terhadapnya, Pieter Rumaropen berharap Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memperingan hukumannya karena ia hanya seorang manusia biasa dan mengandalkan sepakbola sebagai mata pencaharian.

“Komdis harus melihat dengan baik-baik. Mendengar kesaksian saya sebagai pemain sepakbola dan manusia biasa. Saya akan banding dan telah meminta bantuan dari Persiwa,” harap Pieter Rumaropen.

“Mungkin, dalam 1-2 hari saya akan mulai mengajukan banding. Saya sangat kaget dengan keputusan Komdis PSSI. Saya berharap, banding saya diterima dan mendapat keringanan karena mata pencaharian saya dari sepakbola,” lanjutnya.

Insiden pemukulan wasit tersebut terjadi di menit ke-81 ketika wasit Muhaimin menunjuk titik putih untuk PBR setelah bek Persiwa, O.K. Jhon, melanggar Nova Arianto di depan gawang. Tidak terima dengan keputusan itu, Pieter Rumaropen yang datang dari belakang langsung menonjok muka wasit hingga terluka dan tidak bisa melanjutkan memimpin pertandingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda