Scroll to Top

PT Liga Indonesia Laporkan Pemukulan Wartawan Ke Komdis PSSI

By Agus Prasetyo / Published on Monday, 29 Apr 2013

Laga kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2013 antara Persis vs PSIM di Stadion Manahan Solo (Sabtu, 27/4/13) menyisakan kisah buruk. Seorang wartawan yang meliput laga tersebut, terkena bogem mentah oknum suporter.

Menurut laporan PT Liga Indonesia wartawan yang menjadi korban tersebut adalah Jumali dari Harian Jogja. Akibat kejadian itu, ia terluka di bagian pipi kanan hingga memar.

Menurut keterangan Jumali, kejadian berawal saat tim PSIM mencetak gol ke gawang Persis. Seketika itu salah seorang oknum suporter tiba-tiba memukul wajah Jumali dari belakang.

Oknum tersebut berkali-kali berteriak meminta Jumali menunjukkan KTP. Mungkin saja suporter itu mengira Jumali adalah suporter PSIM yang menyusup dan menonton di Manahan.

Beruntung sejumlah wartawan lain dan petugas keamanan langsung melerai dan meredakan situasi.

Kejadian berlangsung cepat, sehingga Jumali yang sehari-hari bertugas di Desk Olahraga Harian Jogja tak mengenali wajah sang pemukul.

“Saat itu saya berada di tribun media, saya sedang duduk menyaksikan pertandingan. Tiba-tiba dari belakang ada suporter yang menjotos pipi sebelah kanan. Pipi saya lebam” kata Jumali.

“Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Seharusnya tribun media tidak campur dengan penonton umum dan lagi tidak ada petugas keamanan yang berjaga di tribun media. Saya melayangkan protes pada pihak panpel agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang” tambah Jumali.

PT Liga Indonesia memandang kejadian ini sebagai kasus yang serius. Pasalnya dalam setiap pertandingan resmi, media yang meliput seharusnya mendapatkan akses dan tempat yang semestinya sesuai dengan manual Liga.

Media memang mendapatkan tempat khusus, akses masuk ke stadion, hingga ke tribun media tidak boleh bercampur dengan penonton lain.

Areal di tribun media pun harus steril dari penonton dan pandangan mereka tidak terhalang oleh apa pun.

Selain itu panpel juga wajib menempatkan petugas khusus di areal media, berkoordinasi pula dengan panpel bidang keamanan.

Ketua Panpel, Mahendra Wiseno telah menyampaikan permintaan maaf terkait insiden pemukulan oknum penonton terhadap wartawan.

“Kami mengakui kesalahan dari pihak kami yang tidak sigap menempatkan petugas keamanan di tribun media. Hal ini akan menjadi evaluasi kami ke depannya” terang Wiseno.

Sementara itu dari pihak PT Liga Indonesia, Joko Driyono mengatakan bahwa masalah ini akan dibawa ke Komisi Disiplin PSSI.

“LIGA akan membawa kasus ini ke Komisi Disiplin PSSI. Dari kejadian tersebut menjadi tanggung jawab sepenuhnya panpel, kecuali oknum yang melakukan bisa teridentifikasi” tegas Joko Driyono, CEO PT Liga Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda