Scroll to Top

Hari Buruh Sedunia 2013: Libur Nasional dan Google Doodle

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 01 May 2013

Mayday

Tanggal 1 Mei 2013 ini kita memperingati Hari Buruh Sedunia. Hari yang menjadi momentum bagi segenap pekerja, mulai dari Afrika hingga Asia, dari Eropa hingga Amerika, melakukan aksi. Bermula dari Tragedi Haymarket, Hari Buruh telah merentang dari tahun ke tahun sebagai simbol perlawanan para pekerja untuk memperjuangkan hak dan keadilan. Mulai 2014 mendatang, Hari Buruh Internasional akan menjadi hari libur di Indonesia.

Selasa, 4 Mei 1886 adalah hari kelabu bagi para pekerja. Ketika itu, demonstrasi menuntut kerja delapan jam sehari berakhir dengan pedih. Rentetan tembakan polisi sebagai reaksi atas lemparan bom, menyebabkan tewasnya demonstran dan rekan mereka sendiri.

Kejadian tersebut, adalah ‘kekalahan’ kaum buruh dalam jangka pendek, namun pada akhirnya menjadi kemenangan para pekerja dalam jangka panjang. Perjuangan mereka menuntut sikap manusiawi dari perusahaan semakin besar; dan tidak ada yang¬† akan bisa menghalangi hal ini.

Abad 19 memang bagaikan ‘neraka’ bagi kaum buruh. Bekerja 12 hingga 14 jam selama enam hingga tujuh hari seminggu hanya demi tuntutan industri adalah sesuatu yang tidak adil. Kebebasan terenggut dan kehidupan seakan tergadaikan begitu saja oleh kaum kapitalis. Demonstrasi dari tahun ke tahun, perjuangan tanpa mengenal lelah, berpuncak pada aksi 500 ribu pekerja pada 1 Mei 1886 di seluruh Amerika; dan terjadilah insiden Haymarket tiga hari berselang.

Juli tiga tahun kemudian, Kongres Sosialis Dunia kemudian menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari buruh sedunia dengan pernyataan, bahwa “aksi internasional di seluruh dunia harus diorganisir pada satu hari yang disepakati bersama”. Dan dari titik inilah kemudian muncul istilah May Day.

Indonesia sendiri, mulai memperingati Hari Buruh sejak 1920. Pemerintah sendiri, berencana menetapkan 1 Mei sebagai hari libur. Namun, agenda tersebut rencananya baru dimulai tahun 2014 mendatang, bukan tahun ini.

Rencana ini digagas oleh SBY ketika bertemu dengan para pemimpin serikat pekerja di Istana Negara pada 29 April 2013 lalu. Rencana ini disambut antusias oleh Presiden KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia), Said Iqbal yang menyatakan kepad Kompas, “”Beliau akan berikan kado istimewa yang sudah kami tunggu-tunggu lama sekali. Akan jadikan 1 Mei sebagai hari libur nasional pada tahun-tahun berikutnya.”

Satu yang sering (ingin) dilupakan orang, buruh tidak hanya sebatas para ‘buruh kerah biru’, mereka yang menggunakan otot untuk bekerja. Semua orang yang menggunakan tenaga dan kemampuan untuk mendapatkan kerja dari majikan atau pengusaha, adalah buruh. Pemisahan buruh kerah biru dengan kelompok lainnya inilah yang kadang menciptakan kesenjangan dan kemalasan dalam memperjuangkan hak oleh sebagian kelompok yang merasa bukan ‘buruh’, padahal kenyataannya, kita sama-sama diperas oleh perusahaan.

And we are the ones who drive their cars
And we are the ones who who work their fields
And we are the ones who fight their wars
And we are the ones who who drop their bombs
And we are the ones to cut this crap
And we are the ones to bring them hell
Labours of the world unite … Oh no servitude today
Servitude ends today when labours of the world unite.
(TIKA, “Mayday”)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda