Scroll to Top

Media Sosial Tidak Terlalu Diminati Orangtua, Ini Alasannya

By Ibnu Azis / Published on Friday, 03 May 2013

Laptop Orangtua anak

Remaja dan social media memang tak bisa dipisahkan. Namun media sosial seakan jadi momok bari para orangtua. Situs The Parents Zone memetakkan apa yang jadi alasan penyebab media sosial tidak disukai oleh mereka. Dan berikut diantaranya.

Menurut infografik yang dirilis, anak usia 12 hingga 19 tahun miliki resiko tinggi soal bersosialisasi jika mereka tak berinteraksi di luar rumah. Ini terjadi sebab saking ayiknya nongkrong di media sosial. Menurut Crime against Children Research, 22% predator online menargetkan anak 10-13 sebagai korban.

Kekhawatiran di atas didukung data yang ada. Sebanyak 73% remaja bermedia sosial. 37% berkirim pesan instan tiap harinya. 8% remaja AS berkicau di Twitter. 22% remaja AS login di FB 10 kali per hari. Rata-rata remaja miliki 201 teman di Facebook.

Lantas apa saja yang dilakukan anak di FB? 58% dari mereka membaca apa yang dibagikan pengguna lain. Berturut-turut kemudian, mereka bermain game (57%), menyukai sesuatu (53%), updates status (43%), upload foto (39%), menelusuri informasi (24%), mengikuti kontes (20%), email (27%), berbagi video dan musik (19%), serta berbagi tautan (16%).

Sedangkan remaja rata-rata di Facebook didominasi oleh aktivitas berkomentar di wall teman (86%), berkomentar di foto teman (83%), berkirim pesan pribadi (66%), berkirim pesan instan via message (58%), dan aktif di group message (52%).

Dalam pada itu, anak-anak usia 6-12 tahun mengakses internet via beberapa perangkat popular seperti laptop (81%), desktop (80%), ponsel (69%), tablet (37%), iPad (30%), e-reader (26%), netbook (17%), dan web-enabled TV (16%).

Dan yang paling mencengangkan temuan data dari iSafe.org. Pada tahun 2004 lalu, 57% pelajar mengaku jadi korban cyber bullying. 1 dari 10 anak-anak secara global mengalami kasus tersebut. Bahkan 2 dari 9 korban bullying mencoba untuk bunuh diri. Dengan data-data ini, wajar saja para orangtua was-was dan tidak begitu menyukai media sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda