Scroll to Top

Mengaku Manajer Timnas Indonesia, Habil Marati Diperingatkan PSSI

By Aditya / Published on Friday, 03 May 2013

Habil Marati

Wakil Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, memberi peringatan kepada Habil Marati yang masih mengaku sebagai manajer Timnas Indonesia. La Nyalla bahkan menyebut Habil Marati tidak tahu diri karena saat ini, politisi yang pernah lekat dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu bukanlah siapa-siapa, baik di PSSI maupun di Timnas Indonesia. Habil Marati memang pernah menjadi manajer Timnas Indonesia di era kepelatihan Nil Maizar.

“Habil (Marati) itu jangan mengaku-ngaku lagi sebagai manajer timnas. Tak tahu diri itu namanya. Dia itu sekarang bukan siapa-siapa lagi di PSSI maupun di BTN,” tukas La Nyalla Mattalitti di Jakarta belum lama ini.

Apabila Habil Marati tetap mengklaim dirinya sebagai manajer Timnas Indonesia, La Nyalla Mattalitti tidak segan-segan akan melakukan tindakan tegas lewat Komisi Disiplin (Komdis PSSI).

“Saya heran dengan tingkah laku Habil itu. Maka dari itu kami akan peringatkan dia untuk tidak mengaku-mengaku sebagai manajer timnas lagi saat mengelar konferensi pres. Kalau dia masih bertingkah, maka kita akan tindak lewat komisi disiplin,” tegas La Nyalla Mattalitti.

La Nyalla Mattalitti melanjutkan, sesuai rapat Exco PSSI yang digelar pada tanggal 9 April 2013 di Surabaya, telah diputuskan bahwa jabatan manajer Timnas Indonesia senior ditiadakan karena akan ditangani langsung oleh BTN. La Nyalla Mattalitti sendiri terpilih sebagai Ketua BTN menggantikan Isran Noor.

Habil Marati memang kerap mengeluarkan pernyataan kontroversial. Sebelumnya, orang dekat Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, ini beberapa kali melontarkan ucapan yang merendahkan Timnas Indonesia di era Bambang Pamungkas dan Timnas Indonesia saat ini yang berada di bawah asuhan Jacksen F. Tiago. Pasalnya, Habil Marati sangat mendukung Luis Manuel Blanco sebagai pelatih Timnas Indonesia.

“Mengenai timnas, saya berani mengatakan bahwa dengan terpilihnya pelatih selain Blanco, timnas kita mundur 100 tahun ke belakang. Kita pastikan timnas kita kacangan!” tukas Habil Marati saat itu.

‪”Pencoretan Blanco adalah putusan keliru. Bisa dibilang, mereka (kubu La Nyalla Mattalitti) telah membuat sepakbola Indonesia mengalami kemunduran,” tandasnya.

“Bepe (Bambang Pamungkas) itu biasa-biasa saja tidak ada istimewanya. Selama dia bermain di timnas tidak ada prestasi juga,” sindir Habil Marati mengenai Timnas Indonesia di era Bepe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda