10 Alasan Jose Mourinho Hengkang dari Real Madrid 2

Masa depan Jose Mourinho semakin kabur dalam hari-hari ini. Mampukah ia bertahan di Real Madrid? Apakah ia akan kembali ke cinta pertamanya sebagai pelatih utama di tanah perantauan, Chelsea? Ataukah justru menyeberang ke Prancis untuk bergabung ke PSG? Harian Marca menyertakan 10 alasan mengapa The Special One akan hengkang dari Santiago Bernabeu.

1. Tidak Mendapatkan Dukungan Penuh dari Pemain

Bukan rahasia lagi bahwa para pemimpin ruang ganti, Iker Casillas dan Sergio Ramos, tidak sepaham dengan Jose Mourinho. Meski The Special One mendapatkan dukungan pemain lain, ini tidak cukup.

2. Real Madrid Tidak Memenuhi Semua Permintaan Mourinho

Jose adalah pelatih paling bebas sepanjang sejarah Real Madrid. Florentino Perez yang berkaca pada kegagalan Los Galacticos Jilid I memberinya kekuasaan penuh, misalnya dalam transfer pemain. Namun, bagi Mou hal ini belum cukup.

3. Hubungan Yang Terlanjur Retak dengan Media

Sepanjang kariernya di Spanyol, Mou senantiasa dikritik media. Mulai dari permainan defensif, menghalalkan segala cara untuk menang, dan gayanya yang berbenturan dengan pers Spanyol.

4. Dua Kali Disiuli Fans Setia Madrid

Mou boleh saja dicintai fans Chelsea dan Internazionale, sama seperti kecintaan publik Setubal. Tapi, siulan di Santiago Bernabeu  —tanda penolakan fans kepadanya— adalah pukulan telak bagi sang pelatih.

5. Mou Merasa Tidak Dihargai di Spanyol

Portugal dan Spanyol senantiasa bersaing dalam segala hal. Mou pernah mengakui hal ini, “berat menjadi seorang Portugal di Spanyol”. Kenyataannya memang demikian.

10 Alasan Jose Mourinho Hengkang dari Real Madrid

6. Keluarga Mou Tidak Nyaman Di Spanyol

Jose Junior mendapatkan pengalaman tak menyenangkan ketika bermain untuk CD Canillas. Tempat yang nyaman untuk keluarga ini adalah … London.

7. Deja Vu Pengalaman di Chelsea

Pada tahun ketiga bersama Chelsea, Mou gagal membawa The Blues juara dan ingin pergi. Ia sempat bertahan sebelum akhirnya bersitegang dengan Roman Abramovich dan pergi pada September 2007.

8. Real Madrid Memiliki Dinding Yang Bisa Melihat dan Mendengar

Madrid memiliki Marca, harian yang secara rahasia merupakan ‘mulut’ dari para petinggi Los Blancos. Berkali-kali Mou mengalami masalah tentang kerahasiaan klub. Mulai dari bocornya pernyataannya kepada pemain setelah laga melawan Barca, hingga pertemuan khusus Florentino Perez dengan duo kapten Madrid.

9.  Kelelahan

Tekanan kompetisi dan banyaknya permintaan yang mentah di depan para petinggi telah membuat Mou lelah, seperti yang pernah dialami Pep Guardiola di Barcelona.

10. Rindu Inggris dan Premier League

Di Inggris, sepakbola bagaikan agama. Karakter Mou yang bengal cocok dengan masyarakat Inggris dan persnya. Fans pun bersetia kepadanya sementara lawan pun menghargai sang pelatih