Scroll to Top

Persija Latihan, Hewan Ternak Berkeliaran?

By Agus Prasetyo / Published on Monday, 06 May 2013

Persija Jakarta yang berlaga di Indonesian Super League (ISL), telah giat melakukan pemusatan latihan di Kota Gudeg Yogyakarta. Tapi bagaimanakah kondisi lapangan tempat Ismed Sofyan Cs berlatih?

Lokasi pemusatan latihan Macan Kemayoran yang digelar di Yogyakarta, ternyata jauh dari kata nyaman.

Manajemen hanya menyediakan sarana Lapangan Semail Bantul Yogyakarta, yang berhadapan langsung dengan rumah warga tanpa pagar pembatas.

Warga sekitar juga bebas menyaksikan Tim Ibu Kota itu berlatih. Sementara anak-anak kecil bebas berkeliaran di sudut-sudut lapangan.

Ironisnya hewan ternak seperti domba dan sapi juga berkeliaran di pinggir lapangan yang sering digunakan untuk turnamen antarkampung tersebut.

“Kondisi lapangan seperti ini memang sedikit mengganggu konsentrasi tim, tapi kami maksimalkan sebaik mungkin. Katanya manajemen tengah mengurus lokasi latihan yang lebih baik” jelas Benny Dollo seperti yang dilansir Tribunnews.

Kendati demikian, sejumlah supporter Persija yang tergabung dalam komunitas Daerah Istimewa Jakmania (DIJ) tetap setia mendukung tim kebanggannya dari pinggir lapangan.

Nayanyian yel-yel khas Jakmania, juga kerap dikumandangkan. Kelompok suporter ini tergabung dari daerah Klaten, Kebumen, dan Sleman. Mereka sengaja hadir untuk mengawal tim kebanggaannya berlatih di Yogyakarta.

“Sebenarnya prihatin Persija latihan di lapangan seperti ini, tapi kami akan tetap mendukung untuk sekadar memotivasi pemain kalau kami ada untuk mereka” terang Jaka Alfarizi, ketua DIJ.

Menurut Jaka manajemen Persija yang dipimpin Ferry Paulus, seharusnya jeli memilih lokasi pemusatan latihan.

Bahkan Jaka beranggapan jika suporter yang berada di Yogyakarta dan daerah sekitarnya rela mengumpulkan dana, jika memang manajemen kesulitan dalam bidang finansial.

“Kami bisa carikan lapangan yang lebih baik dari sekarang, bahkan bila perlu patungan untuk menambah biaya yang kurang” tambahnya.

Jaka juga menyayangkan kebijakan manajemen yang terkesan asal-asalan. Menurutnya pemusatan latihan jelang putaran kedua ISL, mestinya dilaksanakan dengan program yang matang dan serius.

“Kita sekarang berada di dasar klasemen, seharusnya lebih serius memprogramkan latihan, sayang jika tidak dimanfaatkan dengan baik” pungkasnya.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda