Scroll to Top

Suporter PSIS Berulah, Warga Grobogan Dijarah!

By Agus Prasetyo / Published on Wednesday, 08 May 2013

Wajah sepakbola Indonesia kembali tercoreng. Kali ini sejumlah suporter PSIS Semarang melakukan perusakan dan penjarahan sejumlah tempat usaha, serta rumah warga di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah.

Berdasarkan hasil pendataan sementara yang dilakukan oleh tim gabungan inventarisasi, kerugian tragedi ini berpusat di Desa Bringin, Jati Lor, Bugel, Godong dan Klampok yang sama-sama di Kecamatan Godong.

Adapun jumlah objek yang mengalami kerusakan maupun penjarahan, untuk Desa Godong sebanyak 73 objek, Bugel sebanyak 36 objek, Bringin dan Jati Lor masing-masing satu objek, dan Klampok 33 objek dengan nilai kerugian bervariasi.

Ketika diminti konfirmasinya Sekeretaris Kecamatan Godong, Joko Supriyanto menjelaskan jika rincian kerugian untuk Desa Bringin sekitar Rp2,5 juta, Jati Lor sekitar Rp500.000, Bugel sekitar Rp70 juta, Godong sekitar Rp400 juta dan Klampok sekitar Rp170 juta.

“Jumlah kerugian akibat kerusuhan itu mencapai di atas Rp600 juta” ungkap Joko Supriyanto di Grobogan, Selasa (7/5/13).

“Jika masih ada laporan, tentunya akan bertambah” jelasnya.

Dari sejumlah objek yang mengalami kerusakan, terdapat enam unit sepeda motor milik warga yang dibakar, sebanyak tiga unit di Desa Bugel dan tiga unit di Desa Godong.

Sementara sepeda motor yang dirusak yakni di Desa Godong sebanyak dua unit dan di Desa Klumpit tiga unit, serta sebuah mobil di Desa Bugel.

“Kami juga mendapatkan laporan, adanya sepeda motor milik warga yang dicuri beserta surat-suratnya” jelas Joko Supriyanto.

Menurut Joko kerugian terbesar dialami sebuah warung makan Tambak Mulyo, karena diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Joko Supriyanto menegaskan jika semua isi yang ada di dalam warung makan ludes dijarah, termasuk alat elektronik maupun barang-barang berharga lainnya.

Di tempat terpisah salah seorang warga Desa Godong Kecamatan Godong, Urip Sri Mulyani (45) mengakui bahwa rumahnya mengalami kerusakan terutama kaca ruang tamu serta di almari pakaian juga berantakan.

“Beruntung semua barang-barang berharga sudah saya sembunyikan di rumah saudara termasuk sepeda motor, karena mendengar adanya aksi penjarahan di Desa Klampok” ungkap Sri.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda