Scroll to Top

Timnas Indonesia Sering Ganti Pelatih, Bepe Resah dan Gelisah

By Aditya / Published on Thursday, 09 May 2013

Bambang Pamungkas Timnas

Bambang Pamungkas merasa resah dan gelisah melihat kondisi Timnas Indonesia yang tak kunjung membaik. Salah satu yang menjadi sorotan Bepe adalah seringnya Timnas Indonesia gonta-ganti pelatih. Dalam setahun terakhir ini saja, Timnas Indonesia sudah beberapa kali ganti pelatih, dari Nil Maizar, Luis Manuel Blanco, Rahmad Darmawan (RD), hingga akhirnya Jacksen F. Tiago yang baru saja ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia terbaru.

Melalui tulisan berjudul “Karma Sepakbola Indonesia” yang dimuat di situs pribadinya, Bambang Pamungkas mengupas tuntas tentang seringnya Timnas Indonesia berganti pelatih. Menurut Bepe, salah satu hal yang membuat keringnya prestasi Timnas Indonesia adalah faktor kerap berganti pelatih.

”Adakah di antara kita yang berpikir, bahwa salah satu faktor yang membuat tim nasional Indonesia gagal, adalah terlalu seringnya terjadi pergantian pelatih tim nasional?” tulis Bepe dalam artikel yang diunggah pada tanggal 4 Mei 2013 itu.

”Coba kita tengok ke belakang, berapa pelatih yang menangani tim nasional dalam kurun waktu 15 tahun terakhir? Sejak 1998 hingga saat ini, tercatat tim nasional Indonesia pernah dibesut oleh 12 orang pelatih,” lanjutnya.

Bambang Pamungkas berpendapat, seorang pelatih harus diberikan kesempatan yang cukup untuk membentuk tim yang kuat. Legenda hidup Persija Jakarta dan Timnas Indonesia ini pun menyayangkan seringnya PSSI memecat pelatih tim Garuda jika dianggap gagal dalam suatu turnamen.

”Setiap pelatih memiliki gaya dan karakter masing-masing. Sebagai contoh pelatih A memiliki gaya dan karakter bermain dengan warna merah, maka dia akan memilih pemain yang sesuai untuk mendukung sistem bermain warna merah. Namun, karena dianggap gagal dalam sebuah turnamen oleh PSSI, maka seketika akan diganti dengan pelatih yang baru,” keluh Bepe.

”Bagaimana seorang pelatih dapat mengimplementasikan ilmu serta keinginannya dengan maksimal, jika setiap gagal dalam satu turnamen, maka akan langsung diganti oleh pelatih yang lain? Secara tidak langsung, hal tersebut juga akan menjadi kendala yang sangat besar bagi para pemain tim nasional,” ungkap pemain yang telah menyatakan pensiun dari timnas ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda