Scroll to Top

E-KTP Tidak Boleh Difotokopi, Apa Kata Dunia?

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 10 May 2013

satu KTP

Baru-baru ini Kementerian Dalam Negeri memberikan pengumuman yang menyentak perhatian publik, yaitu E-KTP tidak boleh terlalu sering difotokopi. Jika tidak, chip penyimpan data yang ada di dalam E-KTP mungkin saja rusak.

Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, seperti dikutip Kompas pada Rabu (8/5) lalu mempersilakan andai fotokopi dilakukan sekali. Hasil fotokopi tersebut yang kemudian hendaknya dipakai untuk fotokopi berikutnya, berulang-ulang.

“Kalau masih berlaku difotokopi, apa gunanya chip? Chip itu kan seperti ATM, ATM tidak difotokopi juga. Jadi itu bukan untuk difotokopi, untuk menguji keabsahannya memakai card reader. Itulah yang kita minta instansi pemerintahan menyiapkan itu,” tutur Gamawan.

Sang menteri sendiri sudah menyatakan pemerintah pusat telah mengirimkan 13000 unit card reader¬† yang digunakan untuk ‘membaca’ e-KTP ke berbagai daerah. Instansi pemerintah diperbolehkan menambah card reader sesuai kebutuhan masing-masing.

Sementara perusahaan swasta, diminta membeli card reader sehingga tidak meminta fotokopi E-KTP pada masyarakat dalam proses administrasi.

Pernyataan Mendagri ini dinilai sangat terlambat. Pasalnya, pemberitahuan baru dilakukan setelah sekian lama E-KTP beredar di masyarakat. Apalagi bukan rahasia lagi jika E-KTP sering digunakan masyarakat untuk keperluan apa pun, termasuk meminjam uang demi memenuhi kebutuhan hidup.

Bagaimana pendapat Anda? Apa yang terjadi jika seseorang diberitahu bahwa E-KTP-nya rusak karena belasan kali difotokopi, dan diminta untuk mengurus pembuatan E-KTP sekali lagi? Silakan tulis di kolom komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda