Scroll to Top

Mother’s Day: Sepucuk Surat Untuk Mama di Hari Ibu

By Fitra Firdaus / Published on Sunday, 12 May 2013

Hari Ibu

Mother’s Day: Setiap Hari Minggu kedua pada bulan Mei tiap tahunnya, berbagai negara di dunia merayakan Hari Ibu.Percayakah Anda bahwa Anna Jarvis yang menjadi pencetus ide mulia memberikan hari spesial untuk perempuan terspesial dalam hidup kita ini, tak pernah menikah dan tidak pernah mempunyai anak? Kegigihannya dalam memperjuangkan agar Hari Ibu tetaplah merupakan Hari Ibu, adalah kegigihan seseorang yang telah melihat ibu sejati, dan berusaha mempertahankan sakralnya peran seorang ibu.

Ann Reeves Jarvis, ibu Anna, meninggal pada 1905. Ia seorang guru sekolah Minggu dan seorang ibu yang luar biasa, yang membuat putrinya ingin semua orang mau lebih menghargai sosok yang telah melahirkan dan membesarkan kita ini. Dua tahun setelah kepergian Ann, Anna memulai kampanye agar Hari Ibu menjadi hari libur. Dan kita bisa melihat ketulusan Anna ketika ia berkata, keinginannya ini tak terlepas dari kenyataan bahwa Hari Ibu adalah hari suci (holy day) bukan sekadar holiday.

Anna Jarvis adalah sosok yang pantang menyerah. Tak terkecuali demi propaganda Hari Ibu. Ia senantiasa menekankan, Hari Ibu adalah hari yang harus dirayakan dengan sentimental, bukan dengan segala sesuatu yang berbau uang.

Yang diminta Anna hanyalah simpel. Setiap orang memberikan Anyelir putih dan sepucuk surat untuk ibu mereka.

Ia bahkan mengecam keras orang-orang yang menggunakan kartu ucapan untuk memberi selamat kepada ibu mereka. Juga mereka yang memberikan pernak-pernik lain. Ketulusan dan kesederhanaan, demikian yang ditekankan Anna Jarvis.

“Kartu ucapan tidak bermakna apa pun kecuali Anda terlalu malas untuk menulis surat demi seorang perempuan yang telah memberikan segalanya kepada Anda, melebihi siapa pun di dunia,” ucapnya.

Sepanjang hidupnya, Anna Jarvis tak kenal lelah untuk memperjuangkan tujuannya, membuat semua orang merayakan Hari Ibu dari dasar hatinya; bukan dengan embel-embel uang, barang, dan sebagainya.

Dan hari ini, jika Anda benar-benar mencintai ibu, sudikah berdiam sejenak, barang 10 hingga 15 menit, untuk menuangkan perasaan terdalam Anda dalam sepucuk surat? Percayalah, kala ibu Anda membaca surat itu, Anda akan menyadari apa yang dimaksud dengan ‘Hari Ibu’ yang sesungguhnya.

Foto: www.bhmpics.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda