Scroll to Top

Diego Forlan: Inter Milan Membuatku Seperti Anak Terbuang

By Naqib Najah / Published on Sunday, 12 May 2013

Diego Forlan

Bagaimana rasanya menjadi anak yang terbuang? Diego Forlan merasakan betul hal itu. Inter Milan telah memperlakukannya salah. Diego Forlan pun seperti tidak dianggap di klub asal kota Milan itu.

Sejak kepindahannya dari Atletico Madrid ke Inter Milan, Diego Forlan seolah dalam masa yang suram. Nerazzurri tidak menganggapnya secara utuh. Forlan pun kini merasakan kekecewaaan yang besar.

Sepanjang karirnya di Inter Milan sejak 2011, Forlan memang baru mencetak dua gol dari 18 pertandingan. Ia sempat mendekati Ivan Cprdoba yang berdiri selaku manajer tim, namun hasilnya pun percuma.

“Saya tahu saya meninggalkan Inter. Saya ingin mengucapkan selamat tinggal kepada rekan-rekan saya, tapi tidak ada orang yang mau memenuhi panggilan saya,” buka Forlan kepada Four Four Two.

“Saya berusaha bertemu [manajer tim] Ivan Cprdoba, tapi ofisial klub mengatakan kepada saya sejumlah perkataaan bullsh*t tentang besok akan menjadi hari yang sulit buat saya pergi dan mengucapkan selamat tinggal.”

“Pesan itu jelas. Saya sama sekali tidak diterima di sana.”

Diego Forlan sendiri pernah mencicipi kerasnya Liga Inggris, Liga Spanyol dan Liga Italia. Namun di antara ketiga liga tersebut, Liga Spanyol sepertinya menjadi masa paling indah dalam karir sepak bolanya. Bagaimana tidak? Saat bermain untuk Manchester United (dari 2001 hingga 2004) Forlan hanya mencetak 10 gol dari 64 pertandingan yang sudah ia mainkan. Sementara di Villareal (dari 2004 hingga 2007) ia mencetak 54 gol dengan 1006 penampilan. Di Athletico Madrid pun sama; bergabung dari 2007 hingga 2011, Forlan mencetak 74 dari 134 caps.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda