Scroll to Top

PSSI Dinilai Egois dalam Mengelola Timnas Indonesia

By Aditya / Published on Sunday, 12 May 2013

timnas indonesia skuat arab saudi 2013

PSSI dinilai telah bersikap egois dalam mengelola Timnas Indonesia. Tidak hanya pengurus PSSI saat ini, di kepengurusan PSSI pada era-era sebelumnya juga dianggap hanya mengutamakan kepentingan sendiri dan mengabaikan kebutuhan pelatih serta para pemain Timnas Indonesia. Hal itu diungkapkan eks kapten Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas, melalui tulisan di web pribadinya.

Menurut Bepe, para pemain yang memperkuat Timnas Indonesia ibarat bunglon yang harus terus berubah untuk mengikuti gaya egois yang diterapkan oleh PSSI. Pengurus PSSI dinilai tidak mau mengerti betapa tertekannya para pemain Timnas Indonesia saat menelan kekalahan, belum lagi hak-hak pemain dan pelatih yang selalu saja mengalami masalah.

“Dapat Anda bayangkan betapa tertekannya para pemain tim nasional Indonesia yang setiap saat harus siap untuk berubah-ubah seperti bunglon hanya untuk memenuhi budaya instan serta cara berpikir egois dari para pengurus PSSI. Sedangkan masyarakat tidak akan mengerti dan peduli dengan hal tersebut. Ketika tim nasional gagal, maka yang goblok adalah para pemain,” tukas Bepe.

Seringnya PSSI mengganti pelatih Timnas Indonesia juga menjadi sorotan Bambang Pamungkas. Bepe sendiri mengaku pernah mengutarakan pendapatnya mengenai kebijakan PSSI yang terkait pergantian pelatih Timnas Indonesia, namun hal itu masih terus terjadi hingga sekarang. Terakhir, Luis Manuel Blanco yang belum sempat mengawal Timnas Indonesia di ajang resmi sudah didepak dan digantikan oleh Jacksen F. Tiago.

”Tidak hanya menulis, ketika itu saya juga sampaikan kegelisahan saya tersebut kepada pengurus PSSI, mengenai kebijakan yang menurut saya harus dikaji ulang. Akan tetapi pada kenyataannya kebiasaan gonta-ganti pelatih itu tetap saja terjadi hingga saat ini,” keluh Bambang Pamungkas.

”Bagaimana seorang pelatih dapat mengimplementasikan ilmu serta keinginannya dengan maksimal, jika setiap gagal dalam satu turnamen, maka akan langsung diganti oleh pelatih yang lain? Secara tidak langsung, hal tersebut juga akan menjadi kendala yang sangat besar bagi para pemain tim nasional,” lanjut Bepe.

Seharusnya, kata Bambang Pamungkas, PSSI harus lebih menghargai pemain dan apalagi pelatih Timnas Indonesia, bukan malah main pecat seenaknya apalagi disusupi kepentingan pribadi atau golongan.

”Lelucon macam apa ini? Bukan begini cara memperlakukan seorang pelatih tim nasional, bapak-bapak. Apa yang terjadi dengan Alfred Riedl, Wim Rijsbergen, serta Nil Maizar juga tidak kalah memprihatinkan,” ujar Bambang Pamungkas.

”Terlepas dari apapun hasilnya, apa yang terjadi pada Alfred Riedl, Wim Rijsbergen, Nil Maizar, dan Luis Manuel Blanco adalah cerminan betapa tidak menghargainya para pengurus PSSI dalam memperlakukan pelatih tim nasional,” timpalnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda