Scroll to Top

Cara Mudah Meredakan Kemarahan Istri

By C Novita / Published on Thursday, 23 May 2013

meredakan kemarahan istri

Kemarahan seorang istri bisa jadi sangat menakutkan dan mengerikan, sebab wanita biasanya tak mudah melupakan kemarahannya. Bila Anda sebagai suami sudah lupa pada sebuah kesalahan begitu hari berganti, namun seorang istri mampu mengingatnya hingga waktu yang lama.

Pria memang lebih banyak menggunakan logika, sedangkan wanita adalah makhluk yang dominan pada perasaannya. Berpura-pura tak menghiraukan kemarahannya adalah kesalahan besar sebab ia akan menjadi bom waktu yang siap meledak sewaktu-waktu.

Jadi, cara terbaik untuk meredakan kemarahan seorang istri adalah:

  • Akui bahwa Anda salah. Tidak perduli apakah Anda benar-benar salah atau tidak, cara untuk secepatnya mendinginkan hati seorang istri adalah dengan mengakui bahwa Anda salah. Pastikan juga bahwa cara Anda mengatakannya tak terkesan sedang meremehkannya, karena itu akan makin memperparah keadaan.
  • Jangan pakai logika. Kemarahan adalah masalah emosi, jadi jangan Anda hadapi dengan logika. Tahan diri Anda saat sedang mendengarkan argumen istri yang sedang marah. Jangan coba jawab dengan logika Anda. Ini akan memperburuk keadaan. Katakan saja bahwa Anda sangat mencintai istri Anda, dan segalanya akan baik-baik saja.
  • Dengarkan dia. Jika istri sedang marah karena kebiasaan buruk Anda seperti meletakkan piring sembarangan, atau lupa menjemur handuk, maka dengarkan saja. Jangan menganggap hal tersebut remeh, sebab istri Anda sedang lelah melakukan segala hal remeh yang Anda abaikan itu selama bertahun-tahun.
  • Respon yang tepat. Kadang-kadang wanita berdebat hanya karena mereka ingin berdebat. Jadi jangan selalu merespon kemarahannya dengan serius. Berikan respon yang tepat, sesuai situasi dan kondisi perdebatan.

Wanita terbiasa menyimpan semua kekecewaan dan kemarahan terhadap perlakuan suami yang tak semestinya. Ia akan menyimpannya hingga bertahun-tahun, dan tak segan mengungkitnya kembali. Jadi, bila seorang istri marah, sebaiknya Anda tanggapi dengan kepala dingin dan bijaksana seperti tips di atas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda