Scroll to Top

Persib: Sergio van Dijk Akui Terpancing Emosi

By Aditya / Published on Monday, 27 May 2013

sergio van dijk persib persita

Bomber Persib Bandung, Sergio van Dijk, mengakui dirinya sempat terpancing emosi di laga Persib melawan Persita Tangerang yang berakhir dengan skor 2-2 di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu kemarin. Sergio van Dijk, yang mencetak 1 gol untuk Persib di laga itu, berang karena para pemain Persita sangat sering jatuh dan berpura-pura cidera hanya untuk mengulur waktu.

Dalam suatu insiden, Sergio van Dijk memang terlihat agak emosi lantaran ulah penjaga gawang muda Persita, Reky Rahayu. Penyebabnya adalah ketika kedua pemain berebut bola, namun tiba-tiba Reky Rahayu terjatuh sambil mengerang kesakitan. Sergio van Dijk yang merasa tidak ada kontak berlebihan dengan Reky Rahayu pun terlihat geram.

Sergio van Dijk tampak mengucapkan kata-kata kepada Reky Rahayu, mungkin maksudnya meminta agar kiper Persita itu jangan berpura-pura sakit untuk mengulur waktu dan segera berdiri kembali. Namun, Reky Rahayu tetap saja terlihat meringis kesakitan.

Menurut Sergio van Dijk, pemain cidera di lapangan memang sudah sewajarnya. Namun, jika itu terjadi secara berlebihan dan terkesan dibuat-buat, maka pertandingan sudah tidak sportif lagi. Selain itu, lanjut Sergio van Dijk, citra sepakbola Indonesia pun akan terkena dampaknya.

“Jika pemain memang mendapat cedera serius dan harus tergeletak di tengah lapangan tentunya bukan hal yang harus dipermasalahkan. Tetapi kalau terlalu sering, ini cenderung membuang waktu, sebuah sikap yang tidak baik untuk citra sepakbola Indonesia,” tukas Sergio van Dijk, di Bandung, kemarin.

“Ini juga jadi alasan mengapa saya begitu kecewa dengan aksi kiper Persita (Reky Rahayu) namun harus diakui juga saya seharusnya tidak terlalu terbawa emosi,” aku Sergio van Dijk.

Eks pemain klub Australia, Adelaide United, tersebut menyayangkan taktik permainan Persita yang dinilainya sudah melewati batas kewajaran. Sergio van Dijk sangat kecewa karena selama ini ia belum pernah bertarung melawan tim yang menerapkan gaya ”negatif” seperti Persita.

“Ya, untuk ukuran seperti saya, sikap berpura-pura cedera pemain Persita sudah kelewat batas. Lima tahun saya berpetualang di Australia, tidak pernah sekalipun mengalami hal seperti itu,” kata Sergio van Dijk.

“Mengecewakan memang, tetapi itu pilihan mereka (Persita). Hasil akhir pertandingan tidak menggembirakan, namun tidak ada yang perlu disalahkan kecuali kami sendiri,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda