Scroll to Top

Barca 95, Madrid 102!

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 23 May 2011


 

Fantastis! Kata inilah yang layak disematkan untuk dua tim teratas Liga Spanyol musim ini, Barcelona dan Real Madrid. Di pertandingan pamungkas, kedua tim sama-sama menang dengan skor telak. Barcelona sukses mempecundangi tuan rumah Malaga dengan skor 1-3, sedangkan Real Madrid berpesta gol 8-1 untuk menggasak Almeria di Santiago Bernabeu.

 

Keampuhan Tim Lapis Kedua

Sejak memenangi La Liga pada pekan ke-35, Josep “Pep” Guardiola lebih suka memainkan pemain-pemain lapis kedua Barcelona untuk tiga pertandingan sisa musim ini. Konsistensi Pep ini dapat dibilang lumayan sukses. Dalam tiga pertandingan tersebut, Barcelona dua kali imbang dan kali ini kala melawat ke La Rosadela, berhasil memenangkan pertandingan.

Bagaimana tidak disebut tim lapis kedua jika kapten tim Barcelona saat melawan Malaga adalah Bojan Krkic, pemuda yang usianya belum genap 19 tahun? Jika kita lihat formasinya pun, tidak ada nama Victor Valdes, Carles Puyol, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Lionel Messi, atau David Villa. Sebaliknya, Pep menurunkan kiper Jose Manuel Pinto; deretan bek: Eric Abidal, Marc Bartra, Maxwell, Adriano; gelandang: Fontas, Sergi Roberto, Thiago; dan barisan depan: Ibrahim Afellay, Bojan Krkic, plus Jeffren Suarez. Barulah pada 30 menit terakhir Pep memasukkan Pedro, Dani Alves, dan Javier Mascherano.

Semangat juang tim lapis kedua Barcelona di laga ini juga sangat tinggi. Mereka tertinggal dahulu lewat gol Sebastian Fernandez pada menit 32. Menjelang turun minum, Barca menyamakan kedudukan melalui penalti Bojan Krkic. Pada babak kedua, Ibrahim Afellay mencetak gol pertamanya bersama Barcelona pada menit 76. Delapan menit kemudian, Marc Bartra mengamankan keunggulan El Barca sekaligus membuat Barcelona secara total mengemas 95 gol di La Liga musim ini.

 

Membantai Almeria

Berpindah ke Santiago Bernabeu, Real Madrid berhasil mencatat rekor memasukkan 102 gol dalam satu musim setelah melumat Almeria 8-1. Tiga gol Adebayor, dua tembakan Karim Benzema, dua gol Cristiano Ronaldo, dan satu tambahan dari pemain pengganti, Joselu, seolah membayarkan dendam dan penasaran Real Madrid atas kegagalan mereka merebut gelar juara La Liga. Dua gol tambahan Ronaldo ini membuatnya mencetak 40 gol. CR7 tidak hanya menjadi el pichichi (top skorer) La Liga. Torehan golnya ini membuat Ronaldo menjadi pencetak gol Real Madrid tersubur di La Liga dalam semusim, sepanjang masa.

Sementara itu, pertandingan penutup La Liga ini juga menjadi pertandingan perpisahan untuk Jerzy Dudek. Kiper veteran Polandia ini diturunkan Jose Mourinho selama 78 menit sebelum diganti Jesus Lopez. Dudek sendiri sebelumnya pernah memperkuat Liverpool pada final Liga Champions 2003/2004. Ia bahkan menjadi pahlawan The Reds karena berhasil mementahkan tendangan penalti Andrii Shevcenko dan Andrea Pirlo dalam babak adu penalti.

 

Gambaran Musim Depan

Dengan dua hasil memukau Barcelona dan Real Madrid di atas, bukan tidak mungkin musim depan hanya kedua tim tersebut yang berkejaran di Liga Spanyol, sedangkan 18 tim lain mesti duduk manis berharap mereka tidak kalah dari El Barca atau Los Merengues. Catat saja, Barcelona musim ini berhasil menang 30 kali dari 38 pertandingan (79%), sedangkan Madrid 29 dari 38 pertandingan (76%). Pertanyaannya, apakah Madrid akan kembali berstrategi membeli beberapa pemain bintang demi kesuksesan instan; atau Barcelona dengan pemain binaan akademi La Masia yang sukses?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda