Scroll to Top

James Toseland Dipaksa Pensiun Karena Cedera

By Rheza Fadhlillah / Published on Saturday, 10 Sep 2011

toseland-bmw

Mantan pembalap MotoGP, James Toseland, mengumumkan pengunduran dirinya dari olahraga balap motor dikarenakan cedera yang ia derita setelah mengalami kecelakaan di Sirkuit Aaragon maret lalu.

Pada tes awal musim kejuaraan World Superbike (WSBK) di Spanyol, Toseland terjatuh dari motor dan menderita cedera pada pergelangan tangannya. Ia pun terpaksa absen dalam beberapa seri WSBK musim ini untuk melakukan penyembuhan.

Namun pada balapan di Sirkuit Nurburgring minggu lalu, Toseland kembali terjatuh. Atas saran yang diberikan oleh konstultan kesehatannya, ia pun memutuskan untuk mundur dari dunia balap.

“Cara termudah untuk menjelaskannya adalah saya tidak bisa menggerakan secara penuh pergelangan tangan saya untuk membalap dengan profesional dan tidak ada terapi yang bisa menyembuhkannya”, terang Toseland melalui situs pribadinya.

“Semua berujung pada putusan bahwa tidak lagi aman bagiku untuk melanjutkan karir pada dunia balap”.

“Saya harus menaruh perhatian terhadap keselamatan pembalap lain terlebih dahulu serta berpikir mengenai keselamatan diri saya. Tau bahwa saya tidak mungkin lagi kembali membalap di level tertinggi, sangat tidak adil bagi saya untuk membalap di WSBK sementara pembalap muda dan berbakat yang sehat sepenuhnya mampu tampil lebih baik”.

Toseland pernah berkarir selama tiga tahun dalam ajang balap MotoGP di tahun 2008 hingga 2010 bersama Yamaha Tech3. Di tahun 2011 ia kembali ke Superbike dan bergabung bersama tim BMW.

Untuk semua yang telah dialaminya sepanjang karir, Toseland mengaku sangat sedih mengumumkan keputusan pensiunnya tersebut.

“Saya tidak pernah menduga akan pensiun saat ini atau dengan cara seperti ini, dan saya sangat sedih untuk meninggalkan dunia balap, tapi saya masih memiliki memori dari kesempatan luar biasa dan sukses yang telah diberikan oleh karir ini”.

“Kalian telah luar biasa di masa terbaik dan terburuk dalam karir saya, dan itu mirip seperti memiliki keluarga kedua yang mendukung karirku”.

“Jadi terima kasih untuk semua, dan saya harap saya telah membuat kalian bangga”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda