Scroll to Top

Hak Interpelasi DPR, Apa Artinya?

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 29 May 2013

Hak Interpelasi DPR, Apa Artinya

Belakangan banyak orang yang bertanya, sebenarnya apa arti Hak Interpelasi Dewan Perwakilan Rakyat. Hal ini mencuat setelah anggota DPRD DKI Jakarta berencana menggunakan hak interpelasi untuk mempertanyakan kebijakan Jokowi terkait program Kartu Jakarta Sehat (KJS).

Wacana pengajuan hak interpelasi DPRD Jakarta sendiri, tercetus pada Kamis, 23 Mei 2013 lalu. Ketika itu, DPRD DKI Jakarta terlibat rapat dengar pendapat dengan Dinas Kesehatan dan instansi terkait dalam urusan pelaksanaan KJS. Disebutkan oleh Ashraf Ali, anggota Komisi E, ada 32 anggota DPRD DKI Jakarta yang telah menandatangani rencana penggunaan hak interpelasi tersebut kepada Jokowi.

Banyak yang berpikir bahwa langkah ini hanyalah rekayasa DPRD DKI Jakarta untuk memakzulkan gubernur yang sebelumnya menjadi walikota Solo. Benarkah demikian? Sebenarnya tidak juga. Hak interpelasi adalah hak meminta keterangan atau penjelasan kepada pemerintah.

Seperti yang diutarakan oleh Amir Hamzah, pengamat politik dari Metropolitan Cabin kepada Inilah.com, “Jokowi dan Ahok, serta partai pendukung mereka tak perlu panik atau menunjukan kepanikan terkait hak interpelasi. Itukan hanya hak untuk bertanya, dan jika disebut sebagai upaya pemakzulan itu jauh sekali. Sebab ada beberapa tahapan yang panjang untuk sampai ke proses pemakzulan.”

Penggunaan hak interpelasi adalah hal yang wajar-wajar saja. Untuk tiba pada proses pemakzulan membutuhkan tahapan yang cukup panjang. Setelah melakukan hak interpelasi, dan mendapati jawaban pemerintah tidak memuaskan, DPR/DPRD bergerak ke tahap selanjutnya, yaitu hak angket. Selanjutnya, jika kembali pertanggungjawaban pemerintah tidak diterima, yang terjadi barulah pemakzulan.

“Ada upaya penggulingan seperti yang dianggap Jokowi-Ahok adalah sikap yang berlebihan, dan cenderung membuat opini pihak yang terdzolimi. Jadi santai saja menanggapinya,” sebut Amir Hamzah.

Foto: Kompas.com/Kurnia Sari Aziza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda