Scroll to Top

Obat Pereda Nyeri Bisa Menimbulkan Disfungsi Ereksi

By Ilham Choirul / Published on Wednesday, 29 May 2013

pria

Obat pereda rasa sakit atau nyeri, bisa berakibat fatal bagi kesehatan seksual pria bila dikonsumsi secara rutin. Menurut studi terbaru yang diterbitkan dalam Spine mengungkapkan, memakan pil tersebut dalam dosis tinggi dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan disfungsi ereksi. Demikian dikutip dari She Knows.

Obat pereda sakit biasanya dipakai untuk mengatasi keluhan nyeri punggung. Dari sekitar 11 ribu pria yang diteliti, mereka memakai resep opioid – seperti oxycodone – untuk mengatasi nyeri mereka. Para pria tersebut rata-rata bertahan dengan obat pereda nyeri hingga empat bulan. Dari sini peneliti menemukan, pemakaian obat anti-nyeri dalam jangka waktu tersebut sudah mampu menimbulkan gejala adanya disfungsi ereksi.

“Penggunaan opioid dan  disfungsi ereksi tampaknya terjadi beriringan, tapi kita harus berhati-hati terhadap kemungkinan penyebab yang lain,” kata Dr Richard Deyo dari Kaiser Permanante Center for Health Research di Oregon Health & Science University, di Portland, Oregon.

Peneliti mengungkapkan, pemakaian dosis tinggi adalah setara dengan pemakaian OxyContin  sebanyak 80 miligram per hari, atau penggunaan morfin 120 miligram. Zat opioid yang ada di obat pereda nyeri bisa menyebabkan perubahan dalam kadar testosteron pria. Peningkatan risiko disfungsi ereksi karena pemakaian dosis tinggi obat ini mencapai 19 persen.

Oleh karena itu, pria sebaiknya berhati-hati jika mengalami nyeri punggung. Menetapkan dosis sembarangan pada penggunaan obat pereda nyeri justru bisa membawa kepada masalah kesehatan lain. Konsultasikan nyeri punggung yang dirasakan kepada dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda