Scroll to Top

Terlalu Akrab dengan Sahabat Bisa Membuat Pasangan Marah

By Ilham Choirul / Published on Wednesday, 29 May 2013

mens-friendship

Pria adalah sosok yang tidak bisa dilepaskan dari pertemanan dengan kawan prianya. Ini bukan berarti mereka gay. Namun, persahabatan di antara mereka sangat kental sehingga tidak bisa diabaikan begitu saja sekalipun sudah memiliki pasangan. Bahkan, untuk sesekali, pria akan meluangkan waktu demi bercengkerama dengan sahabat mereka.

Hanya saja, ada pula pria yang terlalu menghabiskan waktu bersama sahabat ketimbang berdua dengan pasangan. Hal ini bisa mengakibatkan kecemburuan. Sekali pun tidak berindikasi selingkuh, jarangnya menghabiskan waktu dengan pasangan pasti akan membuat emosi meledak. Ini bisa berdampak pada rusaknya hubungan.

Jika Anda adalah pria yang ternyata lebih suka meluangkan waktu dengan sahabat dan kerap membuat pasangan marah karena hal tersebut, sudah waktunya Anda mengubah sikap. Berikut ini sikap yang bisa Anda terapkan:

  1. Akui bahwa sikap Anda selama ini salah. Katakan kepadanya, bahwa Anda sudah berlaku egois sehingga sampai lupa waktu untuk memperhatikannya. Berjanjilah pada diri Anda dan pasangan kalau Anda segera mengubah kebiasaan tersebut, dan berusaha menyeimbangkan antara meluangkan waktu bersama pasangan dan sahabat.
  2. Rencanakan agenda yang hanya Anda habiskan dengan pasangan. Ini akan membuatnya merasa diperhatikan dan dibutuhkan. Misalnya, Anda menghabiskan waktu bersama sahabat hanya dua kali seminggu, dan selebihnya bersama pasangan. Selain itu, di waktu bersama pasangan, Anda upayakan untuk membuat kegiatan romantis bersamanya. Dengan begitu, hubungan Anda tetap makin romantis sekalipun kadang masih berkumpul bersama sahabat.
  3. Agar tidak terlalu cemburu, kenalkanlah sahabat-sahabat Anda kepada pasangan. Dengan begitu dia menjadi tahu dengan siapakah Anda selama ini bersahabat. Dia juga akan memahami karakter sahabat Anda  dan bisa memahami bahwa mereka pun juga berharga buat kehidupan Anda. Sikap sebal yang dirasakannya mungkin segera berganti dengan rasa toleransi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda