Scroll to Top

Lazio Merana, Roma Berpesta

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 24 May 2011

Pekan ke-38 Liga Italia masih seru meski juara musim ini sudah dipastikan milik AC Milan dua pekan lalu. Setidaknya, perburuan jatah masuk ke Liga Eropa (Champions League dan Europa League) masih sangat sengit. Lazio dan Udinese bersaing untuk mendapatkan tiket terakhir ke Liga Champions sedangkan Roma dan Juventus mesti bermain panas dingin demi satu tiket sisa ke Europa League.

 

Udinese Untung, Lazio Buntung

Nasib tragis menimpa Lazio. Kemenangan mereka 4-2 atas Lecce terasa hambar karena pada saat bersamaan Udinese mampu menahan sang juara AC Milan 0-0. Lazio mesti melupakan gelimang raupan uang dari Liga Champions hanya karena kalah head to head dengan Udinese. Kedua tim sebetulnya sama-sama mengumpulkan 66 poin. Namun, dalam pertemuan di kandang Udinese, Stadion Friulli, Lazio kalah 2-1. Sementara itu, di Olimpico, Lazio menang 3-2. Artinya, Udinese lebih agresif di kandang lawan. Hasil ini jelas sangat getir mengingat I Biancocelesti sempat memimpin klasemen Lega Calcio dalam beberapa pekan awal musim ini. Terdepaknya Lazio dari zona Champions tak lepas dari kekalahan tiga kali beruntun yang mendera mereka pada pekan 34 hingga 36. Sementara itu, Udinese dengan striker berpengalaman Antonio di Natale berhasil memanfaatkan kekalahan Lazio dan memaksimalkan perolehan poin mereka.

 

Juventus Amburadul

Nasib tak kalah buruk juga menyelimuti Juventus. Klub yang sejak tragedi calciopoli gagal menguasai Serie-A ini sebenarnya cukup berbenah. Mereka mendatangkan Simone Pepe, Alessandro Matri, Miloš Krasić, Marco Storari, Luca Toni, Alberto Aquilani, Fabio Quagliarella, dan Andrea Barzagli.  Alih-alih berjaya, si Nyonya Tua justru melempem. Bahkan bek andalan tim, Giorgio Chiellini dan mantan superstar Bianconeri, Pavel Nedved, sempat mengkritik bahwa Juventus yang sekarang bukanlah Juventus yang sebenarnya. Dalam pertandingan terakhir, Juventus gagal meraih tiket terakhir ke Europa League setelah ditahan 2-2 oleh Napoli, sedangkan pesaingnya, Roma, sukses menang 3-1 atas Sampdoria. Hasil ini membuat Juventus finis lebih buruk daripada musim lalu dan akhirnya membuat pelatih Luigi Del Neri yang sempat ngotot bertahan di Delle Alpi; resmi dipecat.

 

Tuah Montella

Roma sendiri, yang pada awal musim nyaris masuk zona degradasi, tampil mengesankan di akhir-akhir kompetisi. Masih ingat dengan Vicenzo Montella, mantan rekan kapten Francesco Totti dalam formasi trisula maut Totti-Montella-Batistuta yang mengantar Giallorossi scudetto pada musim 2000/2001? Kini Montella malah menjadi pelatih Totti. Duet dalam-luar lapangan ini ampuh menyelamatkan I Lupo dari rasa malu dan akhirnya bisa masuk ke zona Liga Eropa. Dalam pertandingan terakhir, gol Totti, Mirko Vucinic, dan Marco Boriello membuat Romanisti berpesta di Olimpico, dengan membekap Sampdoria 3-1.

 

Adakah Kejutan Musim Depan?

Serie A musim ini memang dikuasai oleh AC Milan sejak pertengahan musim. Namun, keadaan ini juga disebabkan buruknya performa Inter Milan dan Roma di awal musim dan Juventus sepanjang musim. Apakah tahun depan AC Milan dengan kumpulan pemain bengal seperti Ibrahimovic, Robinho, dan Cassano akan meraih scudetto lagi? Ataukah Udinese, Lazio, dan Napoli bisa memberikan kejutan yang melebihi capaian mereka musim ini?

3 thoughts on “Lazio Merana, Roma Berpesta”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda