Scroll to Top

10 Ritual Adat Nyleneh yang Masih Dilakukan Hingga Hari Ini

By Ibnu Azis / Published on Friday, 31 May 2013
Jalan diatas api
Jalan diatas api

Di pelbagai belahan dunia dikenal beragam ritual budaya atau adat yang terkesan masih janggal. Ritual tabu ini rutin dipraktikkan dan masih diterapkan hingga dewasa ini. Berikut, disajikan list 10 ritual nyleneh yang masih dilakukan hingga hari ini yang dinukil dari situs Listverse.

10. Kanibalisme

Cannibalism and Necrophagy

Ritual ini dilakukan oleh suku Aghori Babas yang bermukim di Kota Varanasi, India. Mereka dikenal masih memakan mayat. Ini dilakukan sebab timbulnya rasa ketakukan yang luar biasa akan kematian. Ritual itu bisa menuju jalan pencerahan yang mereka yakini.

9. Tarian Matahari

The Sun Dance

Ritual ini dilakukan oleh penduduk asli Amerika. Mereka menghormati Roh Agung serta Pohon Kehidupan. Singkatnya, dada korban ditusuk dengan tongkat bertali kemudian dihubungkan ke tiang Pohon Kehidupan. Selama berjam-jam ritual ini dilakukan.

8. Menyalahkan Diri Sendiri

Self-Flagellation

Ritual ini dilakukan saat bula suci Muaharam untuk memeringati kesyahidan Hussain, cucu Nabi Muhammad. Mereka membiarkan tubuhnya disakiti; cambuk, pisau, dan lainnya. Tak merasa sakit sedikit pun dengan dalih agama.

7. Gkol

Vine Jumping

Sekilas ritual ini mirip dengan olahraga ekstrim bungee jumping. Ritual ini dilakukan di Desa Bunlap Kepulauan Pasifik. Mereka menyebutnya dengan ritual Gkol. Singkatnya, relawan melompat dari atas menara dengan posisi kaki terikat tanaman. Ia akan jatuh dengan posisi kepala terlebih dahulu.

6. Voodoo

Voodoo and Spiritual Possession

Ritual ini dilakukan di beberapa kawasan Afrika Barat. Vodun, agama yang diyakini wilayah tersebut, laukan ritual ini dengan membuat orang lemah tak berdaya dan membawanya masuk ke hutan untuk menemui roh bumi, Sakpata. Selama tiga hari korban tak makan tak minum hingga kembali sadar.

5. Kuburan Langit

Sky Burials

Ritual ini pernah ditulis di list sebelumnya soal tradisi aneh. Singkatnya, warga di Tibet hampir tak memungkinkan menguburkan mayat secara normal. Wilayah tersebut terselimuti dengan batu. Jika ada orang yang meninggal, jasadnya akan ditumbuk hingga halus kemudian disebar untuk dikonsumsi elang pemakan bangkai.

4. Jalan Diatas Api

Fire Walking

Ritual ini dilakukan di Penang, Malaysia, pada Festival Sembilan Dewa Kaisar, sebuah perayaan Tao. Diyakini, berjalan diatas api bisa membuang pengaruh jahat dan membersihkan dari kotoran (dosa).

3. Menari bersama mayat

Dancing With the Dead

Ritual ini dilakukan di Madagaskar pada Festival Famadihana. Festival tersebut bermakna ‘menghidupkan tulang-belulang’. Ritual yang terjadi tiap 2-7 tahun ini ditandai dengan menggali kuburan orang mati yang dicintai kemudian menari dengan mayat tersebut yang diiringi dentuman musik keras di area kuburan.

2. Impaling

Impaling

Dilakukan di Phuket, Thailand, Festival Vegetarian ini sungguh ritual tak biasa. Cenderung ekstrim, peserta wajib merajam, menusuk, bagian tubuhnya dengan senjata tajam. Bagian pipi yang diusuk diyakini melindungi mereka dari kejahatan.

1. Penghomatan Kematian

Death Rites

Suku Yanomani adalah suku primitif di pedalaman Amazon. Mereka percaya jika kematian bukanlah sebuah fenomena alami. Ketika orang meninggal, maka mereka akan dikremasi. Abunya akan dicampur dengan pisang kemudian lalui proses fermentasi. Campuran ini kemudian akan dikomsumsi. Berminat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda