angry-couple

Ucapan lisan sama tajamnya dengan sebilah pisau saat melukai. Bedanya hanya tempat lukanya saja. Pisau dapat melukai fisik, sementara lisan akan menyayat perasaan. Begitu pula dalam membina sebuah hubungan asmara. Kalimat-kalimat tertentu yang terucap dapat membuat pasangan sakit hati atau mungkin dapat membahayakan kelangsungan hubungan.

Dikutip dari Boldsky, ada beberapa kata atau kalimat yang bila terucap pada pasangan, bisa membuat masalah dalam hubungan. Kalimat tersebut di antaranya:

  1. “Kita perlu bicara”. Kalimat mengindikasikan ada suatu hal tersembunyi yang memiliki indikasi kekecewaan. Jika diskusi pasangan mampu meredam konflik, maka hubungan akan baik-baik saja. Tapi bila tidak, mungkin masalah menjadi berlarut.
  2. “Sialan”. Apa pun bentuk kata umpatan akan membuat pasangan tidak suka. Dari umpatan bisa berlanjut dengan cekcok.
  3. “Dasar kamu anak mami.” Ini adalah kalimat yang begitu merendahkan salah satu pasangan. Hati-hatilah untuk tidak mengucapkan kalimat menyakitkan ini. Dia juga bisa merasa bahwa ibunya turut dihina.
  4. “Sepertinya aku mulai membencimu.” Pernyataan ini bisa membuat pasangan sangat sedih. Sebab, kata “cinta” dan “benci” sangat sensitif diucapkan. Bila kata “benci” yang terucap, maka dia berpikir bahwa dirinya mulai tidak ada manfaatnya bagi kehidupan Anda.
  5. “Kamu pasti sudah selingkuh.” Anda tidak boleh mengucapkan kalimat ini tanpa bukti kuat. Jika pasangan Anda ternyata tidak berselingkuh lalu dia benar-benar kecewa dan meninggalkan Anda, penyesalan pasti akan Anda rasakan.
  6. “Pergi kamu dari rumah ini.” Setiap masalah pasti ada solusinya. Mengusir pasangan karena kekecewaan yang Anda rasakan tidak akan membuat masalah menjadi beres dan mungkin malah menjadi berkepanjangan. Jika Anda memerlukan waktu menyendiri, cukup katakan jika Anda untuk sementara tidak ingin diganggu.
  7. “Sikapmu itu seperti anjing.” Ungkapan yang memakai majas personifikasi seperti ini hanya akan membuat pasangan meradang. Menyamakan pasangan dengan hewan atau perumpamaan lain bakal teringat sepanjang hidupnya. Jika dia mengingatnya suatu hari nanti, mungkin bisa membangkitkan kekecewaan dan kemarahannya.
  8. “Lebih baik kita cerai saja.” Kalimat ini adalah ungkapan sakral yang wajib dihindari. Anda tidak ingin hubungan yang dibangun menjadi berantakan bukan? Selama masalah masih bisa dikompromikan, jangan latah untuk mengatakan “cerai” dalam keadaan marah. Perceraian sebaiknya dijadikan jalan terakhir dan terburuk ketika Anda berdua sudah benar-benar tidak bisa disatukan lagi.