Scroll to Top

Antiklimaks Chelsea, Arsenal, dan Liverpool

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 24 May 2011

Pekan terakhir Liga Inggris masih menyisakan drama. Penggemar Premier League disuguhi kejar-kejaran antara klub kaya Manchester City melawan The Young Gunners Arsenal untuk merebut jatah terakhir untuk lolos langsung ke babak penyisihan Grup Liga Champions; meskipun hasilnya antiklimaks. Terdapat pula kabar buruk bagi Chelsea karena musim depan pelatih flamboyan Carlo Ancelotti dipastikan tidak akan berada di Stamford Bridge.

 

Selamat Tinggal Don Carlo

Carlo Ancelotti resmi dipecat setelah Chelsea kalah 1-0 di kandang Everton dalam laga pamungkas. Kekalahan tersebut sangat menyakitkan karena Everton hanya bermain dengan sepuluh pemain menyusul dikartumerahkannya Seamus Coleman di babak kedua. Lebih tragis lagi, The Blues sebenarnya mendominasi pertandingan. Hanya karena serangan  balik cepat saja The Toffees sukses mempecundangi Chelski melalui Jermaine Beckford. Kekalahan ini menjadi akhir buruk bagi Don Carlo. Dalam tiga pertandingan sisa Premier League, ia gagal menang. Chelsea dikalahkan MU 2-1 di Old Trafford, ditahan 2-2 oleh Newcastle di kandang sendiri, dan terakhir ditekuk Everton.

Menyusul pemecatan Ancelotti, konon sang taipan minyak Rusia sekaligus pemilik Chelsea, Roman Abramovich mencari pelatih pengganti. Beredar kabar, eks pelatih West Ham, Avram Grant, yang pernah membawa Chelsea menjadi runner up Liga Champions, akan ditarik lagi oleh Abramovich. Namun, agen Grant berkata bahwa ia hanya ditawari pekerjaan sebagai direktur teknik. Sementara itu, mendengar gosip ini, konon Ancelotti malah ingin melatih West Ham.Barangkali Ancelotti frustrasi karena ia tidak leluasa membeli pemain. Semua pemain yang masuk ke Stamford Bridge memang mesti disukai Abramovich dulu. Bahkan, alasan Jose Mourinho mundur adalah karena hal ini.

 

Meriam Arsenal Melempem

Di lain tempat, Arsenal menutup musim ini dengan buruk. Di Craven Cottage, kandang Fulham, mereka ditahan 2-2. Sebelumnya, Manchester City yang menyalip mereka di pekan ke-37, sukses menang 2-0 atas Bolton. Bahkan, perolehan nilai  City sama dengan Chelsea. Hanya selisih gollah yang membuat Chelski mendapatkan jatah runner-up. Hasil seri Arsenal ini jelas menambah sakit hati mereka sepanjang musim. Sementara itu, Manchester City dengan modal finansial mereka yang tak terbatas, bisa jadi mengancam siapa pun pada musim depan.

 

Antiklimaks Liverpool

Di Villa Park, markas Aston Villa, Liverpool mesti memupuskan harapan untuk tampil di kompetisi Eropa. Mereka takluk dari tuan rumah 0-1 sedangkan pesaing yang diharapkan kalah, Tottenham Hotspurs, berhasil menaklukkan Birmingham City 2-1. Alhasil, pasukan Kenny Dalglish musim depan hanya berkutat di liga domestik. Capaian Liverpool sebenarnya tidak terlalu buruk karena di awal musim mereka sempat hancur-hancuran sebelum kedatangan King Kenny.

 

 

 

 

Musim Depan Lebih Ketat?

Musim 2010/2011 berakhir dengan nasib tragis yang melanda Arsenal. Musim depan, Liverpool yang tidak ikut kompetisi Eropa apa pun, barangkali bisa lebih berkonsentrasi untuk merebut gelar juara yang sudah hilang sekian lama dari Anfield. Manchester City, jika lebih konsisten daripada musim ini, akan sangat mengerikan lawan-lawannya. Manchester United yang kehilangan Van der Sar mesti mendapatkan pengganti yang layak. Chelsea yang skuadnya sudah uzur, mesti cuci gudang kalau tidak ingin tampil loyo.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda