UN-SMP

Pengumuman UN  untuk SMP/Sederajat sudah dicetuskan pada Sabtu, 1 Juni 2013 lalu. Berdasarkan penuturan Menteri Pendidikan Nasional, Mohammad Nuh, DKI Jakarta memiliki tingkat kelulusan tertinggi karena hanya ada satu siswa yang tidak lulus. Sementara Bengkulu menjadi yang terendah dengan persentase siswa tidak lulus mencapai 2,55%.

Jika bicara secara global, artinya seluruh wilayah di Indonesia, persentase tingkat kelulusan UN SMP 2013 terbilang tinggi. Mencapai 99,55%. Artinya, cuma ada 0,45% yang tidak lulus.

Dari 3.667.241 siswa yang mengikuti UN SMP, yang tidak lulus hanyalah 16.616 siswa. Artinya yang berhasil menyelesaikan masa pendidikan di SMP mencapai 3.650.625 siswa.

Kemudian, jika membicarakan nilai rata-rata UN SMP/sederajat murni tanpa gabungan dengan nilai sekolah, maka nilainya adalah 6,1. Rata-rata ini memang turun dibandingkan tahun ajaran lalu yang mencapai 7,47. Namun, menurut M. Nuh, penurunan ini disebabkan oleh komposisi soal UN tahun ini yang tingkat kesulitannya dinaikkan hingga 10%.

“Peserta didik SMP dan sederajat itu dinyatakan lulus UN, jika nilai akhir rata-rata lebih dari sama dengan (minimal) 5,5 dan nilai tiap mata pelajaran paling rendah empat,” jelas M. Nuh.

Mendiknas juga menambahkan, jika data dibagi berdasarkan wilayah, maka provinsi dengan tingkat kelulusan tertinggi adalah DKI Jakarta. Persentasenya mencapai 0,00 persen karena cuma satu siswa yang tidak lulus dari 131.363 peserta yang ada.

Sebaliknya, provinsi dengan tingkat kelulusan terendah adalah Bengkulu dengan persentase 2,55%.  Ada 723 siswa yang dinyatakan tidak lulus setelah penggabungan UN murni dengan nilai sekolah.

Jika dirinci lebih jauh, penyebab ketidaklulusan siswa SMP/Sederajat pada umumnya disebabkan oleh rata-rata nilai UN yang tidak memenuhi syarat. Yaitu, di bawah 5,5. Total ada 16.593 siswa yang tidak lulus karena nilai UN yang demikian. Sementara, cuma ada 23 siswa yang tidak lulus karena nilai sekolah yang rendah. Mereka memang mendapatkan nilai rata-rata dari UN murni 5,5. Namun, ada mata pelajaran yang nilainya di bawah empat.

Foto: iberita.com