Mutasi Polri Dilakukan Besar-Besaran

Polri (Kepolisian Republik Indonesia) tengah melaksanakan mutasi besar-besaran kepada para perwira menengah dan perwira tinggi di seluruh wilayah Indonesia. Mutasi Polri ini dilakukan sebagai bentuk penyegaran karena kebanyakan yang dimutasi, terlalu lama berada di jabatannya.

Ada sekitar 623 anggota polru yang mengalami mutasi jabatan. Dan hal ini tidak hanya terjadi di tingkat Polres, tetapi juga Polda, Polda Metro Jaya, hingga pejabat tinggi di Mabes Polri. Mutasi ini sendiri didasarkan padatiga  Surat Telegram Kapolri yang masing-masing memiliki nomor : ST/1118/V/2013 tanggal 30 Mei 2013; ST/1119/V/2013 tanggal 30 Mei 2013; dan ST/1120/V/2013 tanggal 30 Mei 2013.

“Mutasi yang dilaksanakan saat ini sebagai upaya penyegaran dan merupakan rangkaian dari sistem pembinaan karir para perwira Polri,” cetus Brigjen Boy Rafli Amar, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri.

Selain demi penyegaran, mutasi jabatan ini penting karena ratusan anggota Polri tersebut sudah lama menempati jabatan yang kini ditinggalkan. Selain itu, ada beberapa pejabat yang sudah memasuki masa pensiun.

“Sudah banyak pejabat yang mutasi itu sudah terlalu lama di jabatannya,” kata Kadiv Humas Polri, Inspektur Jenderal Suhardi Alius.

Beberapa nama yang mengalami mutasi, seperti yang dilansir oleh Kompas, di antaranya adalah, Kapolres Metro Tangerang kota, Kombes Wahyu Widada diangkat sebagai Direskrimum Polda Banten. Posisinya sendiri kemudian ditempati oleh Kombes Riad. Ia sebelumnya menjabat sebagai Kabidbanops Densus 88 Antiteror Polri.