Scroll to Top

Diet Golongan Darah Ala Ariel Tatum Tidak Didukung Penelitian Dunia Kedokteran?

By Fitra Firdaus / Published on Wednesday, 05 Jun 2013

Diet Golongan Darah Ala Ariel Tatum Tidak Didukung Penelitian Dunia Kedokteran

Diet golongan darah. Belakangan kita sering mendengar istilah ini. Konon, diet ini sangat efektif dalam menurunkan berat badan. Namun, bukannya tanpa kontroversi. Benarkah diet ini tidak didukung oleh penelitian dunia kedokteran?

Istilah ini marak setelah artis cantik Ariel Tatum mengungkapkan dirinya mengikuti diet golongan darah. Dalam diet ini, Ariel harus menghindari beberapa makanan, dan sebaliknya mengonsumsi banyak makanan yang sebelumnya kurang disukainya.

Ariel Tatum mengaku bahwa dirinya dahulu suka menyantap junk food. Ia bahkan sempat sakit maag parah karena makan seenaknya sendiri. Dengan diet golongan darah yang dilakukannya, Ariel membatasi makanan yang tidak sesuai dengan golongan darahnya.

Seperti dituturkan oleh Gatra, Ariel membatasi makanan seperti  nasi, ayam, bebek, dan olahan kedelai, misalnya tahu. Ajaib, perempuan cantik ini mengaku tubuhnya lebih segar dan penyakit maagnya pun tak menyerang lagi.

“Sekarang udah nggak makan nasi. Beberapa makanan nggak cocok di darah karena nggak bisa keluar. Golongan darahku B. Yang paling cocok untuk golongan darah aku itu daging kambing, gandum, keju. Dulu udah kayak orang bingung kalau sakit maag, duduk berdiri sakit semua. Ada teman yang diet golongan darah and it works. Jadi aku coba dan ngaruh beneran,” tutur artis yang baru berusia 16 tahun ini.

Ariel Tatum menyatakan sudah menjalani diet golongan darah ini selama dua tahun. Atas keberhasilan Ariel ini kemudian banyak orang yang penasaran dengan diet model ini, yang menyatakan orang dengan golongan darah tertentu memiliki pantangan terhadap makanan tertentu, dan anjuran untuk menyantap makanan lain.

Namun, dilansir oleh Menshealth.co.id, “Sebenarnya diet golongan darah masih menjadi kontroversi. Karena diet ini belum didasarkan pada suatu penelitian yang diakui oleh dunia kedokteran.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda