Scroll to Top

Seri Nostalgia: Marcio Amoroso, Top Skorer Yang Tak Dikenal

By Fitra Firdaus / Published on Sunday, 11 Sep 2011

Pelatih Marcio Amoroso saat ia bergabung di Liga Jepang bersama Verdy Kawasaki mungkin tidak akan percaya sepenuhnya ketika Amoroso menjadi top skorer Serie-A musim 1998/1999. Konon, ketika berada J-League, Amoroso lebih sering menjadi pesakitan dan duduk di bangku cadangan.

Ya, awal karier yang buruk untuk seseorang yang kelak akan menjadi top skorer di tiga kompetisi elite sepanjang hidupnya. Namun, Amoroso tak patah arang.

Sebuah kesempatan untuk melupakan masa-masa sulit di Jepang datang ketika ia kembali ke liga Brazil. Bersama Guarani dan Flamengo, Amoroso tampil cukup mengesankan. Dalam tiga tahun, torehan golnya mencapai 34 gol.

Klub papan tengah Serie-A saat itu, Udinese, pun tertarik memakai jasa pemain kelahiran 5 Juli 1974 ini. Maka, pada musim panas 1996, Amoroso pun bermarkas di Friulli. Ia menjadi tandem Oliver Bierhoff, striker berpengalaman Jerman yang baru saja memboyong Euro 1996.

Amoroso tentu saja “kalah bersaing” dibandingkan Bierhoff yang fungsinya target man. Namun, peruntungannya beralih ketika Bierhoff menerima pinangan AC Milan. Musim 1998/1999, Amoroso menjadi tulang punggung “tunggal” Udinese di lini depan.

Hasilnya pun mujarab. 22 gol lahir dari pemain Brazil ini. Ia melewati jumlah gol Gabriel Batistuta yang mengemas 21 gol musim tersebut. Bedanya, jika Batistuta mencetak seluruh golnya murni tanpa penalti, ada 7 penalti yang membantu Amoroso menyandang cappocanonieri musim itu.

Bersinar di Udinese, Amoroso ditransfer ke Parma. Namun, Amoroso kembali meredup di klub yang saat itu disponsori perusahaan susu Parmalat. Barulah di Liga Jerman bersama Borussia Dortmund ia kembali menjadi top skorer. Amoroso kemudian juga menyandang pencetak gol terbanyak di Piala Dunia Antar Klub 2005 bersama Sao Paulo.

Apa pun yang terjadi pada awal dan akhir karier Amoroso, tahun 1999 memang menjadi masa paling gemilangnya. Keberhasilan menjadi top skorer Liga Italia membawanya ke timnas Brazil. Ia pun diduetkan dengan Ronaldo dan sukse mengantar negaranya menjuarai Copa America 1999.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda