Scroll to Top

Masalah yang Muncul Pada Pasangan yang Sama-Sama Bekerja

By Ilham Choirul / Published on Sunday, 09 Jun 2013

pasangan

Kadangkala pasangan yang telah menjalin hubungan berumah tangga memiliki pekerjaan kantor sendiri-sendiri. Setiap pagi mereka berangkat bekerja dan baru bertemu sore atau malam harinya. Rutinitas ini berlangsung setiap hari dan mungkin baru bisa bertemu intensif di akhir pekan. Itu pun bila akhir pekan tidak ada acara lembur kantor.

Pasangan yang sama-sama bekerja ini juga tidak luput dari problmatika masalah rumah tangga yang khas. Dikutip dari Boldsky, berikut ini beberapa masalah yang bisa muncul karea hal tersebut:

  1. Tanggung jawab urusan rumah tangga kurang tertata. Setiap keluarga sudah pasti memiliki urusan-urusan rumah tangga yang mesti diselesaikan. Mulai dari tugas rumah sampai mengatur waktu bersama pasangan atau anak-anak. Pada pasangan yang sama-sama bekerja mungkin agak lebih sulit mengatur urusan ini. Sebab, mereka kadang tidak siap bila rasa capek bekerja di kantor masih harus menyelesaikan pekerjaan di rumah.
  2. Di antara pasangan lebih jarang menghabiskan waktu berdua. Mereka mungkin hanya bisa bersama di akhir pekan. Hari-hari biasa kemungkinan menjadi jarang berkomunikasi . Ini bisa menimbulkan kesalahpahaman di antara mereka. Mereka juga menjadi lebih egois satu sama lain.
  3. Sama-sama mengalami stres akibat pekerjaan. Pekerjaan seringkali berujung dengan rasa stres yang berlanjut ketika sudah pulang ke rumah. Tidak ayal saat pasangan sama-sama mengalami stres, mereka menjadi mudah marah dan frustrasi. Emosi ini bisa menjadi penghambat dalam komunikasi antar pasangan.
  4. Menurunnya minat seks. Kelelahan fisik dan beban pikiran membuat pasangan turut menurun libidonya. Mereka lebih berkonsentrasi untuk istirahat demi mempersiapkan untuk bekerja di keesokan harinya. Padahal, seks sama pentingnya untuk kelangsungan hubungan.
  5. Sebagian pasangan membawa pekerjaan kantor untuk diselesaikan di rumah. Ini dapat membuat gap antara di antara pasangan maupun anak. Pasalnya, membawa pekerjaan di waktu yang seharusnya dipakai untuk keluarga, dapat menimbulkan sikap acuh dan lebih mementingkan urusan kantor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda