Scroll to Top

Hernan Crespo, Mantan Top Skorer dan Pemain Termahal Serie-A

By Fitra Firdaus / Published on Monday, 12 Sep 2011

Musim 1999/2000, Lazio berhasil menyabet gelar juara Liga Italia. Gelar yang dilabeli tak masuk akal karena baru terjadi di pekan terakhir liga ketika semua orang mengira Juventus akan menjadi pemenang. Maka, demi mempertahankan prestasi, presiden Lazio saat itu, Sergio Cragnotti, membeli dua bomber Argentina dengan harga fantastis.

Pemain pertama adalah Claudio Lopez dari Valencia. Ia memang tidak terlalu subur sebagai penyerang, tapi kaki kirinya mematikan dan dapat dikatakan sebagai sang raja assist. Pemain kedua adalah yang memecahkan rekor transfer dunia.

Hernan Crespo. Ya, mantan pencetak gol reguler Parma ini diboyong Lazio dengan harga selangit. Ia dibarter dengan dua pilar Lazio musim sebelumnya, Sergio Conceicao, si sayap kanan berbahaya dan Matias Almeyda yang memiliki tendangan geledek. Barter ini ditambah dengan 16 juta poundsterling sehingga harga Crespo menjadi 35 juta poundsterling, termahal saat itu.

Harapan Laziale membubung tinggi dengan kehadiran duo Argentina ini. Namun, di tengah jalan Lopez cedera panjang. Sementara, permainan Lazio tak sebagus musim sebelumnya. Bahkan, saat keadaan memburuk, pelatih Sven Goran Eriksson dipecat. Sebagai gantinya, ditunjuklah Dino Zoff, orang yang sampai kapan pun begitu berjasa untuk Lazio.

Entah kebetulan atau tidak, kalau di tangan Eriksson Crespo cukup seret mencetak gol, lain cerita di tangan mantan kiper terbaik Italia ini. Crespo disulap kembali menjadi pencetak gol ulung. Bahkan, di akhir musim, ia bisa menjadi top skorer liga dengan koleksi 26 gol.

Torehan ini menyalip gol Andrii Shevchenko, top skorer musim sebelumnya yang cuma mencetak 24 gol. Di bawah mereka, ada si gaek Enrico Chiesa, mantan kompatriot Crespo di Parma. Chiesa bisa mencetak 23 gol musim itu; hal yang sulit dibayangkan ketika ia masih berduet dengan Crespo. Sementara, Gabriel Batistuta, kembali mencetak banyak gol dan kembali tak menjadi top skorer. 22 golnya tak cukup mengalahkan Crespo. Namun, Batigol akhirnya memuaskan dahaga menikmati gelar juara Liga Italia; hal yang membuatnya rela meninggalkan Fiorentina.

Torehan gol Crespo musim 2000/2001 menjadi yang terbanyak sepanjang kariernya. Setelah Lazio mengalami masalah keuangan, ia dijual ke Internazionale. Kemudian, pindah dan mandul di Chelsea. Kini, Crespo kembali memperkuat Parma seperti awal kariernya di Serie-A.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda