Scroll to Top

Piala Eropa U-21: Skuad Inggris Harus Malu Pada Empat Pemain Norwegia!

By Wan Faizal / Published on Monday, 10 Jun 2013

England 1-3 Norway

Stadion Ha Moshava di Petah Tikva, Israel, menjadi saksi bagaimana perjalanan Inggris harus terhenti setelah kalah 1-3 dari Norwegia dalam lanjutan Grup A Piala Eropa U-21. Skuad Inggris dinilai tidak punya semangat membara untuk bermain bagi negaranya. Jika melihat apa yang dilakukan oleh kuartet Norwegia yakni Havard Nordtveit, Joshua King, Valon Berisha, dan Markus Henriksen, anak asuh Stuart Pearce harusnya merasa malu. Kenapa?

Nordtveit, King, Berisha, dan Henriksen memang terdaftar dalam 23 pemain yang dibawa pelatih Tor Ole Skullerud untuk berlaga di Israel. Namun disaat yang bersamaan mereka juga dipanggil Egil Olsen selaku pelatih Timnas Senior Norwegia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2014 kontra Albania, Jumat (7/6/2013).

Dalam laga yang digelar di Qemal Stafa Stadium itu, keempatnya ambil bagian dalam pertandingan yang berakhir 1-1 tersebut. King dan Berisha saling berbagi tempat selama masing-masing 45 menit. Henriksen dan Nordtveit bahkan bermain penuh 90 menit.

Apiknya, setelah laga mereka berempat langsung terbang ke Israel karena keesokan harinya Norwegia U-21 bertanding lawan Inggris di Petah Tikva. Keempatnya dikabarkan hanya punya waktu istirahat selama empat jam sebelum peluit tanda pertandingan dimulai dibunyikan wasit.

Nordtveit yang pernah menjadi bagian dari skuad Arsenal musim 2007-2010 bahkan dimainkan Skullerud di menit 83 untuk menggantikan Thomas Rogne. Sementara King, Berisha, dan Henriksen tidak mendapat kesempatan main lawan Inggris saat itu. Bisa dibayangkan bagaimana loyalitas dan semangat tinggi yang dimiliki keempatnya.

England U-21

Situasi berbeda justru terjadi di tubuh Inggris U-21. Para pemain mereka tak ada yang mengalami situasi seperti Nordtveit dkk. Jordan Henderson dkk malah bisa fokus penuh untuk pertandingan penentuan tersebut.

Namun apa lacur, performa mereka justru sangat mengecewakan dan dinilai memang tidak layak untuk lolos ke babak berikutnya. Hanya Jack Butland yang dianggap bermain dengan dedikasi tinggi di dua laga Inggris di Grup A. Sisanya? Penampilan di lapangan membuktikannya.

“Memang banyak pemain berkualitas disana. Tapi secara keseluruhan mereka berpikir sudah hebat. Mereka harus terus belajar dan bekerja keras. Itu lah yang saya rasa hilang dari Inggris,” kritik Sol Campbell.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda