Scroll to Top

Duanwu Festival, Tradisi Cina & Dragon Boat Festival yang Mendunia

By Aditya / Published on Wednesday, 12 Jun 2013

dragon boat

Duanwu Festival atau yang lebih dikenal dengan istilah Peh Cun di lingkungan warga keturunan Tionghoa di Indonesia merupakan salah satu momen terpenting bagi rakyat Cina. Duanwu Festival menjadi tradisi yang dilakukan setiap tahun sekali bukan hanya oleh orang Cina asli di negeri Tiongkok sana, melainkan juga oleh orang-orang Cina di berbagai negeri perantauan beserta keturunannya, termasuk di Indonesia.

Peh Cun atau Duanwu Festival digelar sekali dalam setahun, tepatnya pada setiap tanggal 5 bulan ke-5 menurut penanggalan Cina atau Imlek. Istimewanya, tradisi ini sudah berlangsung sejak zaman Dinasti Zhou yang berkuasa di Tiongkok pada kurun 1066 SM hingga 221 SM.

Digelarnya festival tradisional Peh Cun ini bermula dari legenda atau cerita rakyat yang mengisahkan tentang pencarian seorang pejabat di masa Cina Kuno yang nekat bunuh diri dengan melompat ke dasar sungai. Dari situlah terkuak alasan mengapa Duanwu Festival lekat dengan tradisi perlombaan perahu naga.

Ya, perlombaan perahu naga menjadi salah satu daya tarik utama dari pelaksanaan Duanwu Festival. Tradisi ini sudah dilakukan sejak ratusan tahun silam oleh orang-orang Cina, baik yang tinggal di negeri asalnya maupun mereka yang telah pindah ke negara lain, seperti di Hongkong, Taiwan, Mongolia, Korea Selatan, Amerika Serikat, negara-negara Eropa, dan tentunya Indonesia.

Pada perkembangannya, perlombaan perahu naga tidak hanya dilakukan oleh internal orang-orang Cina atau keturunannya saja. Tradisi yang juga menjadi salah satu cabang olahraga ini kemudian menjadi cukup populer dan sering digelar dengan melibatkan banyak peserta dari negara atau bangsa lain.

Selain perlombaan perahu naga, sebenarnya masih ada beberapa jenis kegiatan tradisi Tionghoa lainnya yang digelar pada perayaan Duanwu Festival atau Peh Cun. Beberapa di antaranya adalah tradisi makan bakcang, tradisi menggantungkan rumput Ai dan Changpu, tradisi mandi tengah hari, dan berbagai macam kegiatan lainnya yang diselenggarakan secara bervariasi oleh orang-orang Cina di berbagai penjuru dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda