Scroll to Top

Tanda-tanda Pria Alami Depresi

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 13 Sep 2011

Depresi membuat hari menjadi suram. Apa pun yang akan dilakukan serasa penuh dengan masalah di kepala. Produktivitas menjadi menurun. Tak ayal, risiko kesehatan pun mulai menampakkan gejalanya. Seperti tekanan darah naik, pusing, penat di pundak, atau otot leher terasa tegang.

Depresi pada pria menunjukkan ciri yang khas. Bila Anda menemui ciri ini, ada baiknya segera melakukan aktivitas yang dapat menurunkan depresi. Mungkin Anda bisa berwisata, mengunjungi teman lama, memanjakan diri dengan hobi, atau yang lainnya. Bila depresi terlalu lama bersarang dalam diri Anda, dikhawatirkan akibat buruk malah mengancam. Inilah beberapa tanda depresi pada pria.

  • Tidur tidak teratur

Orang depresi biasanya tidur dengan waktu lebih sedikit. Itu bisa terjadi karena sering terbangun di malam hari. Atau, terbangun di waktu malam tapi tidak bisa tidur kembali sampai pagi.

  • Konsentrasi terpecah

Biasanya, depresi membuat orang sulit melakukan konsentrasi kala melakukan sesuatu. Akibatnya, dia tidak mampu mengambil keputusan tepat atau berpikir jernih. Pikiran negatif menghantuinya dan sukar melakukan pekerjaan yang sifatnya rumit.

  • Kelelahan kronis

Depresi sering muncul dari orang-orang yang mengalami kelelahan ekstrem. Mereka bekerja terlalu keras sampai melupakan hak tubuh dan pikirannya untuk beristirahat. Jangan paksakan untuk terus bekerja kalau memang sudah kecapekan. Dan, carilah sesuatu yang bisa memotivasi hari-hari Anda.

  • Gampang marah

Kalau wanita sering mengungkapkan depresinya dengan menangis, maka pria melampiaskannya dalam wujud rasa marah. Tanda-tanda kemarahan bisa terlihat dalam bentuk sederhana. Misalnya menggebrak meja, mengucapkan suatu kata dengan menghentak, atau sebagainya. Saat seperti ini, butuh dukungan orang sekitarnya.

  • Minat seksual menurun

Gairah seks salah satunya dipicu oleh pikiran yang rileks dan penuh fantasi. Depresi hanya akan membuyarkan semua itu. Karena, pria yang sedang depresi lebih memfokuskan pikirannya pada permasalahan yang dihadapi. Dan, itu akan menurunkan libido dan menyebabkan disfungsi seksual.

  • Masalah pencernaan

Ada hubungan antara depresi dengan masalah pencernaan. Rasa nyeri kronis di ternyata tiga kali lebih mungkin terjadi saat seseorang mengalami depresi. Depresi juga menyebabkan gangguan pencernaan. Demikian hasil penelitian oleh Harvard Medical School.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda